Gua Dadapan di Pacitan, yang Konon Angker
Jumat, 19 Sep 2014 19:10 WIB
Anton Tri Sutrisno
Jakarta - Mungkin, Anda belum pernah mendengar nama Gua Dadapan. Inilah salah satu gua di Pacitan yang konon masih angker dan belum ramai oleh wisatawan. Gua ini pun baru ditemukan tahun 2013 lalu. Berani masuk?Gua Dadapan termasuk gua horizontal, dengan mulut gua yang hanya memuat satu orang saja untuk memasukinya. Panjang gua ini mencapai 150 meter. Setelah menelusuri jauh, terdapat pintu keluar.Gua Dadapan yang juga dikenal dengan nama Gua Sukomono dengan stalagtit yang benar-benar masih alami ini terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Dengan jarak tempuh sekitar 30 km dari pusat Kota Pacitan menuju arah barat, atau dengan melewati jalur bus Pacitan-Solo.Gua yang baru ditemukan pada awal tahun 2013 ini terbilang unik. Sebabnya, penemuan gua ini dilakukan secara tidak sengaja. Awalnya pekerja proyek pelebaran Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS), menemukan lubang saat pengeprasan tebing rendah.Setelah ditelusuri, di bawahnya terdapat ruangan besar dengan stalagtit yang indah. Gua Dadapan belum dibuka untuk umum. Bahkan warga sekitar pun banyak yang tidak berani memasuki bagian dalam gua, karena banyak yang beranggapan bahwa gua tersebut 'wingit' (angker).Benar atau tidaknya, kami juga tidak tahu. Karena ketika menelusuri gua, untungnya tidak terjadi kejadian yang berbahaya. Hanya saja tetap waspada, karena Gua Dadapan bukan gua wisata. Hanya beberapa pecinta alam yang berani memasuki gua yang mempunyai beberapa lorong ini.Letak gua ini persis di pinggir Jalur Lintas Selatan. Untuk memasuki gua ini, ada baiknya Anda mencari informasi dengan warga sekitar. Selain itu alangkah baiknya untuk selalu menjaga kebersihan lokasi sekitar dengan tidak meninggalkan sampah.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru