Usai Emak-emak Dihajar Preman, Kini Viral Wisatawan Dipungli Petugas Pantai Santolo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Usai Emak-emak Dihajar Preman, Kini Viral Wisatawan Dipungli Petugas Pantai Santolo

Hakim Ghani - detikTravel
Jumat, 02 Jan 2026 19:05 WIB
Usai Emak-emak Dihajar Preman, Kini Viral Wisatawan Dipungli Petugas Pantai Santolo
Pantai Santolo di Garut (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Garut -

Usai emak-emak dihajar preman sampai babak belur, pantai Santolo di Garut kembali dihebohkan dengan kasus wisatawan yang dimintai pungli oleh petugas.

Sejumlah wisatawan diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) bermodus "getok" tarif di Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Oknum petugas di lapangan meminta uang hingga Rp30 ribu per motor kepada pengunjung yang masuk.

Pengalaman pahit ini viral setelah diunggah lewat akun TikTok @chacha_motor. Dalam video berdurasi 38 detik tersebut, ia mengeluhkan ketiadaan tiket resmi dan ketidaksesuaian harga dengan daftar di spanduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau heran, tapi ini Garut Selatan," tulis pemilik akun tersebut dalam keterangan unggahannya.

Peristiwa itu terjadi pada 27 Desember 2025 saat ia berkunjung bersama kerabat. Korban mengaku kaget karena diminta membayar Rp30 ribu per motor tanpa diberikan karcis masuk.

ADVERTISEMENT

Namun anehnya, rekan korban yang berada di belakang justru dimintai uang dengan nominal yang berbeda.

"Saya diminta Rp30 ribu satu motor, tapi teman yang di belakang diminta Rp35 ribu, padahal sama-sama berboncengan," ungkapnya.

Wisatawan asal Soreang, Kabupaten Bandung ini juga mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi petugas di gerbang masuk.

"Hampir semua penjaga gerbang tercium bau miras (minuman keras)," ujarnya.

Hingga Selasa (30/12), video yang viral beredar tersebut telah ditonton lebih dari 500 ribu kali.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Garut, Budi Gangan, membenarkan bahwa pelaku adalah bawahannya yang berstatus tenaga honorer. Budi memastikan telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut.

"Saya sudah mengambil tindakan, pegawai sudah didisiplinkan dan tidak boleh lagi bertugas di pos tiket. Jika terulang, akan disanksi pemecatan," tegas Budi kepada detikJabar.

Di sisi lain, fakta mengejutkan diungkapkan Camat Cikelet, Muhrom Suhandi. Ia menegaskan bahwa Pemkab Garut sebenarnya menggratiskan tiket masuk Pantai Santolo bagi wisatawan.

"Digratiskan sampai dengan waktu yang belum ditentukan," ungkap Muhrom.

Kawasan Pantai Santolo memang tengah menjadi sorotan publik belakangan ini. Selain aksi "getok" tarif, terjadi pula kasus pemukulan terhadap seorang ibu berinisial RA oleh preman berinisial AY (35) pada Minggu (28/12) lalu.

-------

Artikel ini telah naik di detikJabar.




(wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads