Pulau Benan, Destinasi Baru Wajib Coba di Kepulauan Riau

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Benan, Destinasi Baru Wajib Coba di Kepulauan Riau

Karin Cg - detikTravel
Kamis, 25 Sep 2014 15:10 WIB
Jakarta - Kepulauan Riau seakan tidak kekurangan pulau cantik untuk dikunjungi wisatawan. Salah satu pulau yang wajib Anda kunjungi adalah Pulau Benan. Pulau indah ini bisa dijadikan destinasi wisata baru di Kepulauan Riau.Pulau Benan, tahukan Anda dimana letak pulau dengan nama unik itu? Mari saya bantu memperkenalkannya. Pulau Benan ini terletak di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Ketika saya tahu akan melakukan perjalanan ke sana, saya mulai mencari di internet, gambar, dan juga info tentang pulau itu. Namun, saya tidak mendapat apa-apa ketika mencari di internet.Aneh bukan? Karena semakin penasaran, saya menanyakan info kepada orang yang sudah pernah berangkat ke sana. Dengan berbekal informasi letak dan keadaan sekitar Pulau Benan yang disebutkan oleh narasumber sebagai pulau bersih, saya akhirnya pergi ke sana.Dalam rangka tur yang diadakan Pemkab Lingga, yang bertujuan untuk mempromosikan daya tarik wisata Pulau Benan, saya berangkat ke sana beserta 100 peserta lainnya. Event ini dipromosikan oleh 2 biro perjalanan wisata di Batam dan Tanjung Pinang. Kami berangkat dengan menggunakan ferry, berhubung saya berangkat dari Batam, maka pelabuhan yang digunakan adalah Pelabuhan Telaga Punggur.Satu jam setengah di dalam ferry yang disewa khusus oleh Pemkab Lingga, akhirnya saya sampai pulau itu dengan selamat. Begitu terkejutnya, saat itu kami disambut oleh warga Benan yang sangat ramah, mereka membunyikan alat musik, anak-anak berbaris di sepanjang jalan dari pelabuhan ke pintu masuk Desa Benan, sangat mengejutkan. Tepat di depan pintu gerbang Desa Benan, mereka mempertunjukan silat, salah satu atraksi tradisional di Indonesia.Acara pertama merupakan acara penyambutan peserta tur, yang dihadiri oleh Bupati Lingga dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Lingga. Acara ini diwarnai oleh tarian penyambutan. Setelah acara penyambutan selesai, para peserta tour dipersilakan makan siang dan setelah itu pembagian kamar.Hal yang unik dari pembagian kamar adalah, dikarenakan tidak ada hotel, dan hanya ada 3 cottege, maka peserta tour diberikan orang tua angkat di Pulau Benan, sehingga mereka menginap di rumah warga sekitar yang sangat ramah. Setelah pembagian kamar, dilanjutkan dengan acara bebas.Sejak sampai di Benan hingga pembagian kamar, saya belum melihat pantainya. Namun betapa terkejutnya saya saat saya melihat pantai di Pulau Benan. Hamparan pasir putih yang bersih, laut yang jernih, perahu-perahu tradisional, angin yang sejuk, pohon kelapa yang berbaris dengan rapi, semuanya menyambut saya ketika saya mengintip pantai tersebut.Saya terhipnosis akan keindahan pantai itu dan mulai bergerak, bermain di sana. Pantai Benan menyediakan water sport seperti snorkeling, diving, kayaking dan perahu bottom glass. Saya tertarik untuk mencoba snorkeling di sana. Berhubung tour itu diadakan Pemkab Lingga pada 20-21 September 2014, maka peserta tur hanya membayar Rp 250.000 perorang. Harga tersebut sudah bisa snorkeling, makan siang, dan makan malam gratis di sana.Saya pun mencoba snorkeling untuk yang pertama kalinya. Saya menaiki perahu karet yang ditarik oleh perahu mesin ke tengah laut. Alangkah jernihnya air di laut itu, sehingga dari atas perahu karet saya sudah bisa melihat dedaunan di bawah laut. Ketika saya menjatuhkan diri ke laut, betapa indahnya tumbuh-tumbuhan di bawah laut Benan. Dengan pemandangan indah dan masih alami, Pulau Benan merupakan tempat yang sangat cocok untuk underwater photography.Pada malam harinya, diadakan acara makan malam bersama-sama dan juga joget Dangkong. Apa itu joget Dangkong? Joget Dangkong merupakan tarian yang selalu ditarikan masyarakat Benan bersama para wisatawan yang hadir. Dengan menikmati hidangan yang berupa ikan Pulau Benan, ditemani dengan musik Melayu, sangat memberikan kesan yang indah dan tidak akan terlupakan.Saat para tamu selesai makan, masyarakat Benan mengajak mereka untuk berjoget Dangkong bersama-sama sehingga meriahlah suasana malam itu dengan diiringi musik Melayu. Keesokan harinya, tibalah bagi kami untuk meninggalkan pulau Benan, karena tour ini hanya 2 hari 1 malam, maka dengan menggunakan ferry, kami kembali ke tempat asal kami, Batam dan Tanjung Pinang.Saya sangat berharap masyarakat dalam dan luar negeri mengetahui pulau ini, mengembangkannya bersama-sama, sehingga pariwisata Indonesia bisa maju. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads