Sudah Tahu? Surabaya Punya Hutan Mangrove Seliar Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sudah Tahu? Surabaya Punya Hutan Mangrove Seliar Ini

Widiarto Dwi Pracoyo - detikTravel
Selasa, 22 Apr 2014 09:55 WIB
Jakarta - Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan di Pulau Jawa. Bagi traveler yang suka bertualang, ternyata Surabaya punya hutan mangrove yang liar dan punya panorama cantik di daerah Wonorejo. Yuk, jelajahi rumbunnya hutan mangrove di sana.Sebagai kota metropolitan, Kota Surabaya tidak pernah melupakan lahan hijau di tengah-tengah pembangunan gedung-gedung bertingkatnya. Di seantero Surabaya, tersebar begitu banyak taman dan lahan hijau yang mampu mengurangi panasnya kota ini.Ternyata, lahan hijau di Surabaya tidak hanya berada di kota saja. Di sebelah timur Kota Surabaya, tepatnya di daerah Wonorejo, terdapat hutan mangrove Surabaya yang sangat luas. Hutan mangrove sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah kota surabaya untuk mengurangi abrasi di pantai timur Surabaya.Cara menuju hutan mangrove ini tidak terlalu sulit. Di perempatan Jembatan MERR, wiatawan bisa berbelok menuju timur menyusuri tepian sungai. Akses jalan untuk menuju tempat tersebut dapat dilalui untuk kendaraan roda 4 maupun roda 2.Meskipun begitu, ada beberapa titik yang menyempit karena jalan yang dilalui tersebut adalah jalan kampung dan juga perlu diwaspadai karena jalan menuju hutan mangrove ini belum sepenuhnya diaspal dan masih berupa jalan tanah. Jadi ketika hujan, wisatawan diminta untuk lebih berhati-hati karena banyak genangan air di jalanan.Di pintu masuknya, terdapat pendopo yang digunakan untuk beristirahat bagi wisatawan yang ingin melepas lelah setelah menyusuri hutan mangrove. Eits jangan salah, bukan berarti ketika sampai di pintu masuk, wisatawan sudah dapat melihat hutan mangrove.Berjalanlah sedikit di atas jembatan kayu, dan sampailah kita di dermaga kapal yang akan membawa kita menyusuri sungai menuju hutan mangrove. Ada baiknya membawa minuman sebelum menuju hutan mangrove karena di hutan mangrove itu sendiri tidak ada pedagang.Tarif untuk menuju hutan mangrove sebesar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Apabila ingin menggunakan speedboat tarifnya Rp 300.000 sekali perjalanan. Pelayaran terakhir menuju hutan mangrove adalah pukul 15.00 WIB karena kawasan hutan mangrove ini akan ditutup pada pukul 17.00 WIB. Waktu untuk perjalanan pulang pergi dari dermaga dan menyusuri hutan magrove sekitar 1-1,5 jam.Sepanjang penyusuran sungai,airnya cukup tenang,dan banyak hewan-hewan liar dan burung yang beterbangan di sekitar sungai untuk mencari ikan. Namun sangat disayangkan cukup banyak sampah yang ikut hanyut dan sedikit membuat pemandangan menjadi kurang enak.Sekitar 15 menit menggunakan kapal yang berkapastitas 20 penumpang, sampailah di hutan mangrove. Untuk menyusuri hutan mangrove sudah disediakan lintasan yang terbuat dari anyaman-anyaman bambu yang juga ditopang oleh bilah bambu. Tujuan sebagian wisatawan adalah untuk menuju gazebo yang terletak di ujung lintasan anyaman bambu.Terdapat dua gazebo, yaitu gazebo yang dibangun oleh keploisian dan gazebo yang dibangun leh salah satu BUMN Indonesia. Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai tepat beristirahat. Apabila wisatawan berangkat agak awal, bagi yang membawa makanan bisa berpikinik bersama keluarga di gazebo tersebut.Namun perlu diingat ya, jangan sampai tertinggal kapal terakhir yang hendak kembali ke dermaga ya. Meski begitu, para awak kapal pasti akan mencari dan memastikan agar tidak ada satupun orang yang tertinggal di hutan mangrove tersebut.Sebenarnya fasilitas yang disiapkan di hutan mangrove tersebut sudah baik. Namun, tampaknya hanya toilet dan musala saja yang masih berdiri. Sedangkan amat disayangkan restoran yang berada di hutan mangrove tersebut sudah tidak beroperasi. Sekitar 30 menit kemudian,rombongan pun akan dipanggil kembali oleh para awak kembali untuk menaiki kapal dan kembali lagi menuju ke dermaga.Hutan Mangrove Wonorejo ini bisa dijadikan alternatif wisata ketika berkunjung ke Surabaya. Nikmati sensasi berpetualang melewati sungai yang menuju ke laut dengan menggunakan kapal motor dan juga menyusuri hutan mangrove yang tentunya memberikan pengalaman berbeda di Surabaya. Selamat berpetualang! (travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads