Tak Cuma Sukawati, Ini Pusat Oleh-oleh Lain di Bali
Merza Gamal - detikTravel
Rabu, 11 Jun 2014 17:35 WIB
Jakarta - Liburan ke Bali dan banyak yang minta oleh-oleh? Tak perlu khawatir, selain di Sukawati, datang saja ke Pasar Kumbasari dan Pasar Badung Ada banyak buah tangan khas Bali dengan harga murah.Pasar Kumbasari terletak di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Merupakan rangkaian pasar inpres yang berdampingan dengan kompleks Pasar Badung. Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar. Kedua pasar ini berjarak sekitar 13 km dan berjarak 45 menit dari Bandara Ngurah Rai.Pasar Kumbasari buka 24 jam. Pagi hari, pasar ini digunakan sebagai pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Namun di siang hari dan di malam hari, pasar ini berganti nuansa.Pada siang hari pasar ini berubah menjadi pasar yang menjual cinderamata dan aneka kerajinan tangan seperti perak, Batik Bali, lukisan, tenun ikat Bali, aksesoris, dan pernak pernik khas Bali.Selain itu, di pasar ini juga tersedia perlengkapan untuk upacara adat keagamaan seperti tempat dupa, dll.Di antara Pasar Kumbasari dan Pasar Badung terdapat sebuah sungai yang dinamakan sungai atau tukad badung. Aliran sungai tersebut seperti membelah atau menjadi pembatas antara Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.Area parkir baik untuk mobil dan sepeda motor cukup luas, walaupun pada hari-hari tertentu saat menjelang hari raya keagamaan selalu penuh sesak. Barang-barang kebutuhan ditawarkan dengan harga terjangkau, didatangkan langsung dari pusat produksi.Pasar Kumbasari berdiri diatas lahan 6.230 m, serta dibuat dengan gaya arsitektur khas Bali. Bangunan yang terdiri di atas 4 lantai ini menampung banyak pedagang yang berjualan di kios dan los, serta pedagang-pedagang yang berjualan di pelataran dalam kawasan pasar.Sedangkan Pasar Tradisional Badung dibuat pada tahun 1977. Namun sempat terbakar pada tahun 2000 yang kemudian dibangun kembali pada tahun 2001.Menurut sejarah, konon Tukad Badung menjadi lintasan bagi pasukan ekspedisi Belanda yang bergerak menuju Pemecutan dari Denpasar, pada peristiwa Puputan Badung tanggal 20 September 1906.Tidak hanya masyarakat lokal Bali yang datang ke sini, namun banyak juga turis mancanegara datang mencari dan membeli pernak-pernik murah khas Bali.Kalau dibandingkan dengan harga barang di Kuta atau Legian, harga barang-barang seni di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung jauh lebih murah.Pada malam hari, kawasan Pasar Kumbasari ini berubah menjadi pasar malam atau pasar senggol yang menawarkan beraneka jajan pasar yang murah dan meriah.Jadi, jika Anda menerima titipan oleh-oleh "segambreng," datang saja ke Pasar Kumbasari dan Pasar Badung. Anda akan dapat membeli dan membawakan oleh-oleh jauh lebih banyak, daripda jika Anda berbelanja di gerai-gerai suvenir yang bertebaran di seantero Bali.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar