Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Okt 2013 10:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kota Romawi Ephesus di Turki, Dahsyat Banget!

Celsus Library, Ephesus
Celsus Library, Ephesus
Grand Theatre, Ephesus
Grand Theatre, Ephesus
Memmius Monument, Ephesus
Memmius Monument, Ephesus
Temple of Domitian, Ephesus
Temple of Domitian, Ephesus
Basilica, Ephesus
Basilica, Ephesus
detikTravel Community - Bagi penggemar film seperti Gladiator, datanglah ke Ephesus di Turki. Anda dapat melihat sisa bangunan kejayaan Romawi kuno, mulai dari Celsus Library sampai Grand Theatre. Klasik dan luar biasa!Ephesus pada awalnya adalah kota Yunani kuno, namun kemudian direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi. Sejarahnya kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun kemudian dibangun kembali dan menjadi salah satu "must visit place" jika sedang berkunjung ke Turki. Adalah Kota Selcuk di Provinsi Izmir yang beruntung memiliki situs reruntuhan kota kuno ini.Provinsi Izmir terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul, kota paling penting yang menjadi salah satu pintu masuk utama negara Turki. Namun tak perlu khawatir bagi yang menempuh jalur darat, karena suguhan pemandangannya luar biasa. Barisan pegunungan hijau nan cantik diselingi padang savana dan domba-domba yang merumput, sungguh sebuah keindahan yang sepadan. Apalagi dengan kondisi jalan yang super mulus, hanya lurus dan tanpa noda berlubang, sebuah perjalanan yang sempurna.Saya berangkat menuju Ephesus secara marathon dari Istanbul, Bursa, Canakkale (Troy), bermalam di Kusadasi, keesokan harinya baru menuju Ephesus. Perjalanan yang luar biasa panjang namun saya begitu kagum dengan landscape negeri ini, mulai dari pegunungan di Bursa, padang savana dan bukit nan tandus, danau hijau tosca di Cannakale menuju Troy, serta pantai yang airnya jernih membiru di perjalanan menuju Kusadasi. Duh, negeri ini begitu komplit.Epheses atau Efes dalam bahasa Turkiye sebetulnya hanya merupakan reruntuhan sisa-sisa dari sebuah kota kuno, namun keindahan itu masih jelas tergambar. Saya membayangkan bagaimana kemegahan kota ini pada masa kejayaan bangsa Romawi, bagaimana masyarakatnya dan apa saja fungsi dari setiap bangunan yang berada di kompleks ini. Sungguh sejarah panjang dari sebuah peradaban.Celsus Library dan Grand Theatre adalah salah dua dari sisa bangunan yang sangat ingin saya lihat di Ephesus ini dan kebetulan jaraknya berdekatan.Celsus Library dahulu kala adalah sebuah perpustakaan dan konon merupakan perpustakaan terbesar ketiga pada masanya. Bangunan ini memang sudah tidak utuh, namun bentuk depan dengan pilar-pilarnya masih berdiri kokoh dengan megah. Ornamen patung dewa dewi menghiasi beberapa dinding bagian luar, sementara bagian dalamnya yang merupakan tempat menyimpan koleksi buku-buku hanya tersisa ruang kosong. Perpustakaan ini didedikasikan kepada seorang senator Romawi pada masanya yaitu, Tiberius Julius Celsus Polemaeanus.Entah bagaimana gegap gempitanya suasana di Grand Theatre pada masa kerajaan Romawi dulu, karena saat ini saja kemegahannya masih begitu kentara. Terletak di punggung sebuah bukit, teater ini berbentuk setengah lingkaran dengan undakan-undakan tempat duduk layaknya stadion dan di bagian tengahnya terdapat sebuah tempat panggung pementasan. Teater ini selain sebagai tempat pertunjukan seni dan pementasan drama juga merupakan balai pertemuan serta adu gladiator dengan binatang khas dinasti Romawi.Di dalam kompleks Ephesus ini selain kedua tempat di atas, terdapat juga Temple of Hadrian, Bath of Varius (saat ke sini sedang dalam renovasi), State Agora, Temple of Domitian, Memmius Monument, Hercules Gate, Temple of Artemis, dan masih banyak lagi. Selain itu di atas sebuah bukit terdapat House of Virgin Mary yang di percaya sebagai tempat Bunda Maria menghabiskan hari-hari terakhirnya.Saya berjalan menyusuri setiap sudut reruntuhan di mana terdapat beberapa pilar yang berdiri kokoh serta onggokan batu berserakan dan membayangkan seperti berjalan layaknya di sebuah film kolosal bertemakan sejarah Romawi. Suasana jalan-jalan ini pada zamannya, seperti dalam gambaran film.Berkunjung ke Ephesus ada baiknya menyewa seorang tour guide yang menawarkan jasanya, banyak terdapat di pintu masuk. Karena selain mendapatkan gambaran utuh tentang sebuah sejarah yang pernah terjadi di sini, juga informasi yang di dapat akurat. Tidak seperti saya yang curi-curi dengar gratisan penjelasan seorang tour guide dari group yang kebetulan sedang melintas.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA