Weekend di Semarang, Dari Lawang Sewu Hingga Bukit Gombel
Jumat, 15 Nov 2013 11:17 WIB
Rcaesar
Jakarta - Datang ke Lawang Sewu, kawasan Kota Tua dan Simpang Lima, Vihara Watugong hingga menikmati malam di Perbukitan Gombel. Itu sebagian destinasi yang wajib disinggahi saat berakhir pekan di Semarang dan sekitarnya.Saya berkesempatan untuk mengunjungi Semarang dalam rangka menemani istri workshop di salah satu hotel di sekitar Simpang Lima. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk menjelajah selama satu hari di Ibukota Jawa Tengah tersebut.Dengan menggunakan taksi setempat saya berkendara sekitar satu jam dengan melewati Tol Ungaran untuk ke Museum Kereta Ambarawa. Ternyata pada hari tersebut sedang dirayakan Hari Kereta Api, ditandai dengan dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) bertepatan pada 28 September.Sehingga museum tersebut sangat ramai dengan acara pagelaran reog, fashion show dan pertunjukan lainnya. Kesan kemegahan terasa dari stasiun kereta yang dibangun pada 1873 dan bernama Stasiun Willem I ini. Stasiun ini memiliki koleksi lokomotif uap yang merupakan koleksi dan masih ada yang diaktifkan menjadi kereta wisata.Kemudian saya mengunjungi Vihara Buddhagaya Watugong yang merupakan vihara tertinggi di Indonesia. Bangunan tersebut sangat unik dan megah terlihat dari pinggir jalan.Kembali ke arah Kota Semarang di daerah Simongan berdiri tegak Klenteng Sam Poo Kong yang dibangun pada 1724 sebagai penghormatan pada Laksamana Zheng He atau lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho. Kita dapat menikmati bangunan megah bernuansa merah dan patung Laksamana Cheng Ho berdiri tegak di dalamnya.Dilanjutkan ke Lawang Sewu yang awalnya bernama Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907, masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.Sekarang tempat ini telah direnovasi secara apik. Walaupun dulunya sering diadakan acara uji nyali, namun saat ini sudah dilarang diadakan di tempat tersebut.Saya sempatkan untuk membeli oleh-oleh khas Semarang di Jalan Pandanaran. Ada Bandeng, Lunpia, dan sebagainya untuk dibawa ke Jakarta. Pada malam harinya saya menikmati keindahan hamparan gemerlap Kota Semarang dari restoran di kawasan Perbukitan Gombel.Sebelum kembali ke hotel kami menikmati kawasan Simpang Lima dengan berkeliling menggunakan becak dan menaiki sepeda tandem yang disewakan dan terbalut lampu LED sehingga berpendar cahaya. Sungguh perjalanan satu hari yang cukupΒ mengesankan di Kota Semarang.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028