Bendung Katulampa, Sebelum Banjir Datang ke Jakarta
Rudi Recht Rachmat - detikTravel
Rabu, 25 Sep 2013 11:51 WIB
Jakarta - Traveler bisa melakukan wisata yang penuh manfaat, misalnya berwisata ilmiah ke Bendung Katulampa di Bogor. Inilah pintu air yang sangat penting, karena menahan air banjir sebelum sampai ke Jakarta.Bendung Katulampa banyak diperbincangkan manakala dikaitkan dengan musibah banjir di Jakarta seperti pada pertengahan Januari 2013 lalu. Hujan deras yang melanda Bogor dan Puncak dipastikan akan menyebabkan ketinggian air di Bendung Katulampa meningkat.Hal ini karena terdapat 13 anak sungai yang mengalir di kawasan Puncak dan semuanya bertemu di Sungai Ciliwung. Pada awal tahun 2013, ketinggian air Bendung Katulampa mencapai puncak tertinggi pada 15 Januari 2013, mencapai 210 cm.Sehingga petugas Pos Pemantau Sungai Ciliwung menetapkan status Siaga I banjir. Kemudian seiring hujan yang mengguyur Bogor dan Puncak selama lima hari, ketinggian air Bendung Katulampa masih berstatus siaga. Sampai tanggal 20 Januari 2013 pukul 17.30 WIB ketinggian air masih berstatus Siaga IV yakni 80 cm. Batas normal air Katulampa adalah berada di bawah 50 cm.Karena sering diperbincangkan itulah, masyarakat menjadi berminat untuk mengetahui apa dan bagaimana cara kerja Bendung Katulampa, serta mengapa begitu berpengaruh terhadap terjadinya banjir di Jakarta. Hal ini juga membuat Bendung Katulampa menjadi destinasi wisata.Jika kita sedang melintasi Jalan Pajajaran, Bogor, sempatkanlah mengunjunginya. Jalan menuju Bendung Katulampa berada di jalan Raya Pajajaran dan berjarak sekitar 1,5 km, tak jauh dari pusat tas Tajur.Bendung yang dikelilingi oleh pesawahan serta perkebunan ini, bisa menjadi wisata ilmiah tentang pembendungan air sungai dalam rangka mengontrol ketinggiannya. Selain itu tempat ini juga bisa menjadi tempat memancing. Suasana alamnya pun asri, cocok bagi yang mencari ketenangan.Bendung Katulampa merupakan bangunan pintu air yang terletak di Kelurahan Katulampa, Bogor. Bendung ini dibangun sejak tahun 1889 dan mulai dioperasikan pada tahun 1911.Tujuan pembangunannya adalah sebagai peringatan dini atas air yang sedang mengalir ke Jakarta, serta sebagai sarana irigasi bagi lahan perkebunan dan sawah di Bogor.Pada pintu airnya telah dipasang alat pemantau otomatis ketinggian air, yang amat membantu petugas dalam mengetahui dan mencatat ketinggian air secara otomatis melalui monitor yang ada di ruang kontrol Pos Pemantau Sungai Ciliwung, yang lokasinya tak jauh dari pintu air.Apabila alat ini rusak, maka petugas harus turun ke bendung guna melihat ketinggian air. Kerusakan alat cukup sering terjadi karena gangguan petir. Selain memantau ketinggian air Bendung Katulampa, pos ini juga memantau ketinggian air di Bendung Cisadane, Empang, Bogor.Bendung Katulampa memiliki empat pintu air yang sewaktu-waktu dibuka untuk menguras air dan mencegah sedimentasi atau pendangkalan. Secara keseluruhan Bendung Katulampa memiliki 14 pintu, 10 pintu terdapat di irigasi yang posisinya berada persis di samping bendung.Pintu irigasi terbagi dua, terdapat masing-masing lima pintu di depan dan belakang. Sedangkan di bendung hanya ada empat pintu.Arus Sungai Ciliwung membawa unsur hara, antara lain sampah, pasir tanah dan batu yang jika dibiarkan tertahan di bendung akan menyebabkan sedimentasi. Jika terjadi sedimentasi, artinya permukaan sungai akan meluap karena pendangkalan di pintu air.Jadi adalah tak salah apabila kita hendak menikmati wisata sambil menambah wawasan serta ilmu pengetahuan. Maka itu, ayo datanglah ke Bendung Katulampa.
(dtvl/dtvl)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong