Lupa Daratan di Danau Linting, Medan
reza fahlevi - detikTravel
Selasa, 04 Jun 2013 10:50 WIB
Jakarta - Sumatera Utara tak hanya memiliki Danau Toba yang keindahannya tersohor ke banyak tempat. Daerah ini juga punya Danau Linting yang tak kalah mengagumkan. Airnya tenang, serta berwarna hijau bersih. Bikin lupa daratan!Air yang berwarna hijau membuat saya terhipnotis. Air Danau Linting ternyata hangat. Saya pun memasukkan tangan ke dalam air, ternyata benar airnya terasa hangat dan tercium aroma belerangKali ini misi #MedanCityTour membawa saya dan satu orang perjalanan ke Danau Linting. Lokasinya tak terlalu jauh, bisa ditempuh dalam waktu 1.5 jam dari pusat kota Medan.Tak disangka, ternyata Medan punya beberapa Danau yang bisa dinikmati keindahannya. Ada Danau buatan seperti Danau Siombak dan Danau Alami seperti Danau Toba dan Danau Linting yang akan saya ceritakan kali ini.Tepat pukul 09.30 WIB saya dan teman-teman memulai perjalanan ke Danau Linting, walau pun telat satu jam dari yang sudah direncanakan. Seperti biasanya saya masih tetap menggunakan sepda motor untuk perjalanan #MedanCityTour.Perjalanan di mulai dari Jalan SM Raja. Kemudiaan perjalanan lanjut menuju Terminal Amplas dan berbelok kanan untuk selanjutnya menuju Kecamatan Tembung.Sebagai informasi tambahan, ketika memasuki Kecamatan Tembung harus berhati-hati karena banyaknya kendaraan besar, seperti truk yang melintas. Anda juga wajib pakai masker pelindung mulut dan hidung karena banyaknya debu yang berterbangan, mengingat kondisi jalan yang sebagian berlubang.Kendaraan terus melaju dan kini kami sudah berada di Desa Talun Kenas. Tak ada yang istimewa dari desa ini. Yang pasti setiap ada persimpangan atau percabangan jalan, kami selalu berhenti untuk bertanya ke warga sekitar arah ke Danau Linting lewat mana.Desa Talun Kenas sudah hampir di ujung jalan dan sekarang kami memasuki perbatasan Desa Siguci. Kendaraan terus melaju sambil diiringi musik yang mendentum keras dari pemutar musik yang saya pasang melalui headset. Kemudian galau karena menemukan lagi percabangan jalan.Mengingat saya sudah sering menjadi orang yang tersesat dan tak tau jalan pulang, mau tidak mau mengharuskan bertanya kembali ke warga. Saya pun bertanya jalan menuju Dana Linting.Memasuki Desa Kuta Jurung kondisi bensin mulai menipis. Saya sempat berpikir untuk mencari SPBU terdekat tetapi hasilnya tetap tidak menemukan. Mau tidak mau saya harus beli bensin eceran yang harganya Rp 5.000 per liter.Bensin sudah terisi penuh. Sebelum melanjutkan perjalanan saya sempat bertanya ke kakak penjual bensin dengan logat batak yang terkesan maksa, "Kak ke Danau lLnting berapa jam lagi, Kak.""Oh masih jauh Dek. Kelen jalan teros aja nanti ke arah Tiga Juhar nanti ada persimpangan terus belok kiri. Kalau tidak tahu tanya saja sama orang di sana," kata kakak penjual bensin."Makasih, Kak" jawabku singkat sambil meninggalkan kakak penjual bensin.Sesuai dengan petunjuk dari kakak penjual bensin eceran, tadi kami terus melaju ke arah Tiga Juhar dan memasuki Desa Sibunga-Bunga Hilir. Akhirnya kami menemukan sebuah palang yang mengarakan tujuan ke Danau Linting.Sudah hampir 15 km lebih, tetapi kami belum juga sampai ke Danau Linting dari palang tadi. Kondisi jalanan sekarang sebagian mulus sebagian berlubang, ada juga yang tanjakan dan turunan.Hampir saja terlewati Danau Linting kalau tidak memperhatikan sebuah papan yang mengarahkan lokasi. Ternyata memasuki lokasi Danau Linting perlu sedikit perjuangan. Hal ini karena lokasinya yang berada seperti di atas bukit dan jalannya masih berbatu.Belum sempat turun dari motor, saya sudah didatangi petugas parkir. Ia menyuruh saya untuk membayar uang masuk sekaligus parkir sebesar Rp 3.000 per motor. Setelah selesai urusan parkir kami langsung mengelilingi Danau Linting yang luasnya sekitar 2 hektar.Air yang berwarna hijau membuat saya sempat terhipnotis karena keindahannya. Sekedar membuktikan yang orang bilang kalau air ini ternyata hangat, akhirnya saya mengkhatamkan rasa penasaran itu dengan memasukkan tangan ke dalam airTernyata benar airnya terasa hangat. Kalau dicium masih terasa aroma belerang yang tidak begitu menyegat. Menurut cerita warga sekitar, kedalaman Danau ini belum terukur sehingga tidak ada yang tahu berapa kedalamannya.Menengok ke sekitar, lokasi Danau Linting ini masih sangat asri. Mungkin karena masih jauh dari pusat Kota Medan. Traveler pun bisa mendengar suara burung yang berkicau menambah suasana tenang.Danau Linting sangat cocok untuk Anda yang ingin mencari suasana tenang. Ada banyak kegiatan yang bisa turis duduk-duduk santai dibawah pohon yang rindang. Tak jarang juga lokasi ini dijadikan lokasi dijadikan sebagai tempat santai keluarga, rekreasi bareng teman kerja atau hanya untuk pacaran saja.Tersedia juga jasa sewa tikar. Tikar ini bisa digunakan bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati kicauan burung dan indahnya perpaduan warna hijau air Danau dan pepohonan. Untuk harga sewanya mulai dari Rp 10.000/buah.Jangan lupa bagi setiap wisatawan yang berkunjung sebaiknya tetap menjaga kebersihan danau dengan tidak membuang sampah semabarangan. Ini penting dilakukan agar keasrian dan keindahan Danau Linting tetap terjaga.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru