Bromo, Keindahan Karya Tuhan yang Tak Pernah Pudar
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bromo, Keindahan Karya Tuhan yang Tak Pernah Pudar

Febrianita Indah P - detikTravel
Senin, 11 Mar 2013 13:50 WIB
Jakarta - Seolah tak ada yang kurang dari panorama Gunung Bromo di Jawa Timur. Semua sudut alam ini mempunyai daya tarik yang memukau traveler. Inilah yang menjadi jawaban atas pertanyaan, "Kenapa Anda mencintai Bromo?"Ada begitu banyak wisata alam di daerah Jawa Timur, tapi Bromo adalah salah satu destinasi yang tepat bagi para pendaki maupun masyarakat umum. Ya, karena medan yang ditempuh untuk sampai ke puncak tidak terlalu berat.Tujuan pertama kami adalah melihat sunrise di Penanjakan. Kami sampai di Penanjakan sekitar pukul 04.00 WIB, dan ternyata di sana sudah banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang bersiap-siap melihat sunrise di Penanjakan.Nah, persiapan yang tidak boleh dilupakan adalah pakaian karena udaranya sangat dingin. Kami yang terbiasa dengan udara dingin di Kota Malang saja, sampai menggigil, apalagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan udara dingin. Saya pribadi yang sudah memakai 3 lapis baju termasuk jaket tebal, kaus kaki, sarung tangan, tutup kepala, tapi masih saja menggigil. Jadi, bagi yang belum terbiasa udara dingin harus bersiap-siap.Β Istimewanya, pada saat langit masih gelap, kita bisa melihat bintang dan lampu-lampu yang jauh di bawah. Tidak kalah seru adalah melihat meteor jatuh. Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Jadi, kalau ke sini harap membawa kamera yang canggih, kalau tidak ingin ketinggalan mengabadikan peristiwa yang sering disebut bintang jatuh.Β Menit demi menit berlalu dan langit di sebelah timur mulai berubah, oranye, kuning, dan lama kelamaan terlihat bundaran kecil berwarna kuning. Sampai bundaran itu menjadi besar dan langit di sekitarnya juga ikut berubah, sangat indah.Setelah menikmati sunrise sekaligus melihat Bromo dari Penanjakan, kami beralih menuju Bromo. Perjalanan menuju Bromo inilah yang sangat seru. Kami harus melewati jalanan berkelok tajam, bebatuan, dan rasanya seperti off-road saja.Tapi kalau dipikirkan, akan sangat memusingkan. Oleh karena itu, saya mencoba melihat ke kanan dan ke kiri sambil memegang kamera, dan mengambil gambar pegunungan. Sangat indah.Bahkan seperti di foto yang dilampirkan, juga pada saat perjalanan saya sempat mendapatkan satu momen di mana terdapat sinar matahari, Bromo. Ada pegunungan nun jauh di sana yang terlihat seperti melayang di atas awan. Sangat indah!Setelah selesai melewati perjalanan yang berat itu, sampailah kami di Pasir Berbisik. Ingat film Pasir Berbisik? Nah, inilah tempatnya. Hamparan pasir yang sangat luas. Tempat jeepdan mobil-mobil juga sepeda berhenti.Untuk menuju kawah Bromo, traveler harus berjalan kaki atau bisa juga menyewa kuda. Tapi harus pintar-pintar menawar, kalau tidak bisa mahal. Tapi saya lebih memilih untuk berjalan kaki. Walaupun dalam hati berkata, "Bisa tidak ya?"Karena sejujurnya saya belum pernah mendaki gunung. Di Pasir Berbisik itu juga terdapat tempat ibadah umat Hindu, yang akan sangat ramai bila sedang diadakan upacara keagamaan. Saat saya berkunjung ke sana baru saja, baru beberapa hari sebelumnya ada upacara Kasada.Pada saat ke sana sekitar bulan Agustus, saat itu adalah musim kemarau dan saya harus menghadapi debu serta angin. Jadi, jangan lupa untuk membawa masker. Saya bersama beberapa teman terus berjalan, walau medan yang kami tempuh tidak mudah.Jalannya semakin menanjak dan sangat berpasir, sehingga harus hati-hati. Untuk menuju puncak pada saat itu sangat sulit. Anak tangganya sangat banyak, pegangan di kanan dan kiri hanya beberapa yang bisa digunakan. Anak tangganya juga penuh dengan batu dan pasir.Akan tetapi, dari foto terakhir dari teman yang saya lihat beberapa hari lalu, tangganya tidak terlalu berpasir alias jelas terlihat. Pegangannya juga sudah lengkap sampai ke atas. Berarti sudah diadakan perbaikan.Selama perjalanan menuju kawah Bromo, jangan pernah lupa untuk mengabadikan berbagai potret cantik alam tersebut. Anda bisa memotret dari arah samping kiri, kanan, puncak, atau ke arah Pasir Berbisik. Pemandangannya sangat luar biasa.Pernah melihat kartu pos dengan gambar Gunung Bromo? Akhirnya, saya bisa berfoto dengan background itu, pasir berbisik dan pura di tengah-tengahnya.Sesampainya di kawah, rasanya sangat lega. Perjuangan yang sangat berat tidak sia-sia. Penanjakan sudah, kawah Bromo sudah, selanjutnya Pasir Berbisik lagi dan Bukit Teletubbies!Melewati pasir berbisik yang sangat luas itu sangat seru, bisa melihat seperti badai pasir yang menggulung seperti tornado. Traveler juga bisa melihat hamparan bunga lavender di sana.Β Akhirnya sampailah kami di bukit Teletubbies. Kenapa dinamakan Bukit Teletubbies? Karena memang bentuk bukit-bukitnya seperti bukit di film anak-anak Teletubbies. Hijau dan bergunduk-gunduk indah.Β Setelah mengunjungi semuanya, akhirnya rombongan kami pulang. Lelah, muka juga sudah penuh debu, apalagi baju sudah nggak terlihat lagi warnanya. Tapi puas! Disadarkan oleh Sang Pencipta, diperlihatkan oleh Sang Pencipta, ini salah satu hasil karya tangan-Nya yang sangat indah."The World is a book and those who do not travel read only a page," -St. Agustine. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads