Menjelajah Sungai Bawah Tanah Terindah di Dunia
Muhammad Sukandani - detikTravel
Rabu, 31 Okt 2012 18:23 WIB
Jakarta - Selain Gunungkidul, DIY yang punya sungai bawah tanah di Goa Pindul, Filipina juga punya Underground River di Pulau Palawan. Mantan kandidat New7Wonders ini menjadi favorit, karena dianggap sebagai sungai bawah tanah terindah di dunia. Selain di Gunungkidul, DI Yogyakarta yang punya sungai dalam gua di Goa Pindul, Filipina juga punya Underground River di Pulau Palawan. Destinasi ini pun kian menjadi incaran wisatawan. Underground River, tempat wisata yang terletak di Pulau Palawan, sebelah barat Filipina ini kian ramai diperbincangkan setelah sempat masuk dalam kandidat New7Wonders. Destinasi ini yang masuk dalam kategori alam ini, sejajar dengan TN Komodo dari Indonesia.Tempat ini kurang lebih memiliki banyak kesamaan dengan objek wisata Goa Pindul yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Hanya yang membedakan tempat ini adalah sungai yang mengalir di dalam gua langsung mengalir ke laut dan jarak sungai ini lebih panjang dari yang ada di Goa pindul.Kenapa tidak mencoba sesuatu hal yang baru walau ada sedikit persamaan. Untuk penerbangan menuju Puerto Princessa ini, hanya bisa ditempuh dari Manila, Clark (bandara kedua di Manila) dan Cebu.Ada banyak pilihan maskapai di sini, mulai dari Cebu Pacific, Airphill Express, Zest Air, SeAir, AirAsia Philippines, dan Phillipines Airlines. Untuk menuju Manila, wisatawan bisa menggunakan Cebu Pacific yang terbang langsung Jakarta menuju Manila. Bisa juga memilih AirAsia yang terlebih dulu transit di Kuala Lumpur atau Tiger Airways dan Jetstar yang transit di Singapura.Sebelum menuju Underground River, wisatawan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di kantor bagian perizinan di dekat bandara. Sebab kalau belum mendaftarkan diri, wisatawan tidak diizinkan untuk mengunjungi Underground River karena banyaknya pengunjung yang mendatangi objek wisata tersebut. Jadi, dengan kata lain wisawan yang datang harus dibatasi terlebih dahulu.Setelah mendapatkan izin dari kantor perizinan, barulah melanjutkan perjalanan ke Pantai Sabang yang ditempuh dalam perjalanan darat kurang lebih 2 jam. Ada van dan jeepney untuk menuju Pantai Sabang. Traveler perlu merogoh kocek 300 Peso (Rp 70.000) untuk van dan 120 Peso (Rp 28.000) untuk jeepney dari Terminal San Jose.Di Sabang kita harus melapor dulu sebelum menuju Underground River dan diharuskan menyewa boat untuk mengantar wisatawan ke muara Underground River. Satu boat bisa diisi 6 orang dengan harga satu boatnya sekitar 600 Peso (Rp 140.000). Kebetulan kami cuma berdua, jadi kami menunggu pengunjung lain untuk berbagi boat sehingga biaya yang dikeluarkan lumayan hemat.Selama perjalanan dari dermaga sampai pantai tempat awal tur Underground River, traveler disuguhi berbagai pemandangan indah. Ditambah dengan bentang pantai berpasir putih dengan bebatuan yang masih alami.Sampai di pantai, kita sudah di sambut dengan pantai pasir putih yang jernih dan harus menyusuri sedikit hutan monyet menuju tur boat Underground River. Panjang sungai yang mengalir di dalam goa ini, diperkirakan sekitar 24 km.Sepanjang tur kita bisa menikmati berbagai bentuk stalaktit dan stalakmit. Serunya, satalaktit dan stalakmit ini memiliki bentuk-bentuk yang unik.Bila Anda berkunjung ke sana, berikut sedikit kosakata Tagalog yang bisa membantu, selama berkomunikasi di sana. Ada "salamat po" yang berarti terima kasih, "bawal" berarti jangan, "para po" berarti stop biasanya digunakan saat naik jeepney (semacam kiri Bang kalau naik angkutan umum, dan "wala" berarti tidak apa-apa.
(dtvl/dtvl)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica