12 Jam Menuju Dream Destination Papua
Anisa Mardiani - detikTravel
Rabu, 21 Nov 2012 12:00 WIB
Jakarta - Pagi yang cerah membuat saya semakin semangat melakukan aktivitas seperti biasanya. Tapi hari ini ada yang beda, karena saya menjadi finalis "Dream Destination Papua" dan ini 12 jam sebelum saya berangkat ke sana.Banyak sekali yang harus dipersiapkan sebelum pergi meninggalkan kota saya, Semarang. Mulai dari membersihkan kamar tidur saya, mencuci baju, kemudian menjemurnya di bawah paparan sinar matahari pagi yang cerah.Sebelumnya saya menjemur tas ransel milik teman saya, yang sudah saya cuci beberapa hari kemarin. Tetapi karena bau rokok yang masih menempel pada tas tersebut, saya berinisiatif untuk menjemur lagi, dan memasukan bubuk kopi yang dibungkus kain untuk menghilangkan bau tersebut.Sambil menunggu tas kering dijemur, saya pergi dengan ayah untuk mencari keperluan yang kurang. Beberapa jam berputar-putar Semarang yang pada saat itu panasnya bikin dehidrasi, akhirnya sampailah saya di rumah. Saya kemudian beristirahat sebentar sebelum melanjutkan menyiapkan barang-barang bawaan untuk ke Papua.Sepertinya tiupan angin dari kipas angin kamar sudah tidak berguna lagi. Ini yang namanya packing menguras hati, eh keringat maksud saya. Setelah packing selesai, saya sempatkan sejenak untuk bersantai sejenak menonton video-video band favorit saya sebelum berangkat ke bandara.Banyak sekali yang harus dipersiapkan sebelum pergi meninggalkan kota saya, Semarang. Mulai dari membersihkan kamar tidur saya, mencuci baju, kemudian menjemurnya di bawah paparan sinar matahari pagi yang cerah.Sebelumnya saya menjemur tas ransel milik teman saya, yang sudah saya cuci beberapa hari kemarin. Tetapi karena bau rokok yang masih menempel pada tas tersebut, saya berinisiatif untuk menjemur lagi, dan memasukan bubuk kopi yang dibungkus kain untuk menghilangkan bau tersebut.Sambil menunggu tas kering dijemur, saya pergi dengan ayah untuk mencari keperluan yang kurang. Beberapa jam berputar-putar Semarang yang pada saat itu panasnya bikin dehidrasi, akhirnya sampailah saya di rumah. Saya kemudian beristirahat sebentar sebelum melanjutkan menyiapkan barang-barang bawaan untuk ke Papua.Sepertinya tiupan angin dari kipas angin kamar sudah tidak berguna lagi. Ini yang namanya packing menguras hati, eh keringat maksud saya. Setelah packing selesai, saya sempatkan sejenak untuk bersantai sejenak menonton video-video band favorit saya sebelum berangkat ke bandara.Banyak sekali yang harus dipersiapkan sebelum pergi meninggalkan kota saya, Semarang. Mulai dari membersihkan kamar tidur saya, mencuci baju, kemudian menjemurnya di bawah paparan sinar matahari pagi yang cerah.Sebelumnya saya menjemur tas ransel milik teman saya, yang sudah saya cuci beberapa hari kemarin. Tetapi karena bau rokok yang masih menempel pada tas tersebut, saya berinisiatif untuk menjemur lagi, dan memasukan bubuk kopi yang dibungkus kain untuk menghilangkan bau tersebut.Sambil menunggu tas kering dijemur, saya pergi dengan ayah untuk mencari keperluan yang kurang. Beberapa jam berputar-putar Semarang yang pada saat itu panasnya bikin dehidrasi, akhirnya sampailah saya di rumah. Saya kemudian beristirahat sebentar sebelum melanjutkan menyiapkan barang-barang bawaan untuk ke Papua.Sepertinya tiupan angin dari kipas angin kamar sudah tidak berguna lagi. Ini yang namanya packing menguras hati, eh keringat maksud saya. Setelah packing selesai, saya sempatkan sejenak untuk bersantai sejenak menonton video-video band favorit saya sebelum berangkat ke bandara.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru