12 Jam Menuju Papua yang Bikin Jantung Deg-degan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

12 Jam Menuju Papua yang Bikin Jantung Deg-degan

Keken_Hamzah - detikTravel
Rabu, 21 Nov 2012 12:05 WIB
loading...
Keken_Hamzah
Memfoto kupu-kupu
12 Jam Menuju Papua yang Bikin Jantung Deg-degan
Jakarta - Jam analog di telepon seluler menunjukkan pukul tiga pagi namun kedua mata masih sulit terpejam. Jantung berdebar kencang dan citra tentang Papua makin terlihat nyata di pikiran. 12 Jam menuju Papua, memang menegangkan.Ya, itulah kebiasaan saya beberapa hari sebelum melakukan perjalanan jauh. Rasa takut, khawatir, gembira, penasaran, gelisah, dan perasaan lain bercampur aduk menjadi satu di dalam kepala. Di satu sisi muncul kekhawatiran akan rasa lelah yang nanti akan dihadapi, namun di sisi lain rasa ingin tahu dan haus akan pengalaman segera menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu.Β Tiket pesawat bertuliskan Jakarta-Timika dan Jayapura-Jakarta sudah berada di tangan. Segala perlengkapan juga telah rapi dan siap untuk dibawa. Namun masih ada yang dirasa kurang, yakni berpamitan dengan orang tua yang berdomisili di Lampung. Saat saya hubungi, orang tua memberikan banyak nasihat dan wejangan yang akan selalu saya ingat kemanapun.Meninggalkan kamar kost selama dua minggu termasuk hal biasa bagi saya semasa kuliah. Namun, ada tiga kucing manis yang harus saya tinggalkan, yaitu Ringgo, Kuki, dan Swiss. Untungnya, penjaga kost dan seorang teman sangat baik, bersedia untuk mengawasi mereka selama saya berada di Papua.Dalam dua belas jam menuju Papua, tidak ada hal khusus yang saya lakukan. Selain merapikan kamar dan mengingat-ingat kembali segala keperluan, saya menghabiskan waktu dengan belajar memotret dan mengotak-atik kamera bersama teman-teman. Di samping itu, dalam beberapa hari ini saya berusaha untuk makan beberapa makanan favorit seperti sate ayam, bakso urat, ketoprak Cirebon, bakmi Jawa, sop iga bakar, dan nasi goreng gila, agar tidak terlalu rindu ketika berada di Papua.Hal lain yang saya lakukan sebelum pergi adalah mengisi penuh semua baterai telepon seluler, laptop, dan kamera. Hal ini diperlukan agar saya dapat selalu berkomunikasi dan mengabadikan momen seru tanpa khawatir kehabisan baterai.Sebagai tips untuk perjalanan jauh, sebaiknya kurangi penggunaan telepon seluler yang tidak terlalu mendesak agar baterai tidak cepat habis. Lebih baik manfaatkan waktu untuk menikmati perjalanan atau beristirahat agar fisik tetap segar meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu yang lama. Β Dalam dua belas jam terakhir sebelum meninggalkan rumah, saya juga menyiapkan tiket, Β pakaian, dan segala perlengkapan yang akan digunakan ketika pergi. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan saya melupakan hal kecil disaat terburu-buru. Kini, mencatat dan mempersiapkan hal-hal secara mendetail menjadi cara saya untuk menangani kecerobohan dan sifat pelupa yang selama ini saya derita.Berdasarkan pengalaman, hal yang terlihat remeh dan sepele terkadang justru menentukan sesuatu yang lebih besar. Karena itu, untuk sebuah perjalanan besar sepert ini, hal-hal terkecil harus diperhatikan sehingga tidak merepotkan dan membuat liburan menjadi lebih nyaman.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads