Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika

Keken_Hamzah - detikTravel
Selasa, 27 Nov 2012 17:50 WIB
loading...
Keken_Hamzah
Aksi Iyakoko Patea saat menyanyikan Unduru Aepane
Perkenalan singkat Iyakoko Patea
Para Anggota Iyakoko Patea
Atribut pakaian adat yang dipakai Iyakoko Patea
Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika
Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika
Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika
Merdunya Senandung Paduan Suara Nomor 1 di Timika
Jakarta - Siapa yang tidak merinding mendengar lantunan lagu berisi doa dan cerita-cerita Papua? Inilah yang sempat saya dengarkan, senandung lagu dari paduan suara nomor 1 di Papua. Indahnya...Sekembalinya saya ke Rimba Papua Hotel, ada sekitar 30 orang berpakaian adat Papua lengkap tengah bersenandung menyanyikan lagu yang berisi doa dan cerita-cerita papua. Seketika saya merinding dibuatnya.Mereka adalah Iyakoko Patea, kelompok paduan suara nomor 1 di Timika. Iyakoko Patea ini beranggotakan kurang lebih tiga puluh orang yang berasal dari karyawan dan keluarga besar PT Freeport Indonesia. Jadi, tidak hanya orang asli Papua yang ada di kelompok ini, tapi siapapun yang tertarik untuk mengembangkan lagu-lagu Papua. Β Malam itu, mereka menggelar peluncuran album berjudul "Serenade From Papua". Album ini berisi lima belas lagu yang menceritakan suku-suku di Papua. Saya pun langsung tertarik untuk membeli DVD yang dijual seharga Rp 100 ribu itu.Selain mempromosikan album, pada acara itu mereka juga menampilkan lima buah lagu beserta tarian-tarian sederhana yang diarahkan oleh art director Iyakoko Patea, Choky Simandjuntak.Ada dua lagu yang sangat saya suka, yaitu lagu Amungme dan Unduru Aepane. Amungme bercerita tentang kehidupan suku Amungme yang hidup di dataran tinggi Timika, sedangkan Unduru Aepane menceritakan tentang seorang anak yang merindukan kasih sayang orang tuanya.Kedua lagu itu sukses membuat saya tertegun dan hampir menangis. Bahkan peserta lain Dream Destination Papua, Anisa, yang duduk di sebelah saya sudah berlinang air mata. Cup cup cup, Anisa.Selain bersuara emas, ternyata kelompok yang sudah sering manggung di berbagai tempat hingga Singapura ini juga suka beramal lho. Contohnya saja, mereka akan menyumbangkan 20% hasil penjualan album untuk program pendidikan anak-anak di daerah Kwamki Lama dan Jileale, Timika. Wah, sudah hebat, berhati mulia pula. Saya jadi makin cinta dengan Iyakoko Patea.Seusai pertunjukkan, mereka mengajak para penonton untuk menari dan menyanyi bersama. Diiringi gendang khas Papua yaitu Tifa, kami semua larut dalam suka cita tarian Iyakoko Patea.Wah, malam ini memang sungguh istimewa. Standing applause for Iyakoko Patea...
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads