Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua

Husni Mubarak Zainal - detikTravel
Minggu, 02 Des 2012 11:01 WIB
loading...
Husni Mubarak Zainal
Bibit-bibit hutan hujan Papua yang menanti untuk ditanam di area reklamasi
Area pembibitan di Pusat Penelitian Reklamasi Tailings
Papan nama mantan presiden Megawati Soekarno Putri yang ditancap di depan sebuah pohon Nyamplung
Crew dream destination papua sedang merekam pohon nyamplung yang ditanam oleh mantan presiden RI.
Nama saya dan sebuah pohon kayubesi yang siap untuk ditanam.
Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua
Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua
Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua
Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua
Bertetangga dengan Megawati Soekarno Putri di Papua
Jakarta - Bagaimana rasanya tinggal berdampingan dengan mantan orang nomor satu di Indonesia? Saya baru saja mengalaminya. Di tanah Papua, nama saya menemukan 'rumah' dan letaknya cuma beberapa langkah dari Megawati Soekarno Putri.Sungai Atomona di Timika adalah tempat di mana limbah dari tambang di Grasberg milik PT Freeport dialirkan. Limbah yang mengundang ribuan orang datang tiap harinya untuk mendulang di pinggiran sungai, berharap menemukan serpihan emas yang konon banyak terkandung di sisa limbah.Sayang, sisa limbah yang dikenal dengan sebutan tailings ini salah dipahami dan dianggap berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Untuk itu Pusat Penelitian Reklamasi Tailings hadir untuk menjawab dan membuktikan sisa limbah tambang ini aman untuk digunakan.Di tempat ini bibit-bibit hutan Papua dihasilkan. Dari sebuah benih yang tumbuh dari wadah plastik hitam mungil dengan media penanaman berbahan dasar tailings, nantinya akan menjelma menjadi bentangan hutan hujan tropis di masa yang akan datang.Β Tailings yang sejatinya adalah bebatuan yang telah dipecah, memerlukan waktu lama sebelum akhirnya bisa digunakan sebagai media penanaman layaknya tanah. Tapi di tempat ini waktu dipangkas oleh teknologi canggih dan tailings segera dapat digunakan setelah dicampur dengan pupuk kandang.Saya di ajak berkeliling area Pusat Reklamasi Tailings, untuk melihat dari dekat tempat embrio hutan ini dirawat. Layaknya suster, beberapa orang pegawai tampak telaten menyirami dan menyiangi bibit-bibit hutan ini. Memastikan benih yang ditanam dapat tumbuh berdaun dan siap untuk di kembalikan ke habitatnya.Pohon-pohon kayu besi yang masih muda diatur rapi berdampingan dengan pohon lawang. Menunggu waktu untuk ditanam di area reklamasi yang terletak di pinggiran sungai Ajkwa dan Atomona."Kalian juga akan ikut menanam di Mil 21, kita akan kesana sekarang," ujar Robert Sarwon yang menjabat sebagai Super Intendent Reclamation & Research Development di tempat ini.Perjalanan ke Mil 21 layaknya melintas kebun berbagai musim, dari area tanam sayur-sayuran hingga ke lebatnya perkebunan buah merah yang menjadi tanaman khas Papua. Sebelum akhirnya kami tiba di lahan yang ditumbuhi pepohonan dengan papan nama tertancap di depannya.Awalnya saya menduga papan nama itu adalah papan penjelas bagi pohon yang tersusun rapi disini, saya mendekat dan terkejut mendapati berbagai nama familiar di sana. Mulai dari Megawati Soekarno Putri hingga Susilo Bambang Yudhoyono."Itu adalah nama orang yang menanam pohon yang sekarang tumbuh dibelakangnya," Robert kembali menjelaskan.Beberapa langkah dari sana, kejutan kembali datang saat menemukan nama saya tertulis pada sebuah papan nama berwarna hijau. Ya, nama saya akan ditancapkan disini untuk menjadi penjelas pada dua buah pohon kayu besi dan nyamplung yang saya tanam kemudian.Tersenyum saya menyadari fakta, nama saya hanya terpisah beberapa langkah dari Megawati Soekarno Putri.Semoga saja 25 tahun yang akan datang, saat pohon kayu besi yang saya tanam telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pohon nyamplung telah menghasilkan buah yang menjadi biodiesel. Saya dapat kembali lagi ke tanah ini dan melihat rumah tempat nama saya tertancap, sekali lagi.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads