Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini

Keken_Hamzah - detikTravel
Rabu, 05 Des 2012 10:45 WIB
loading...
Keken_Hamzah
Ucapan selamat datang di pintu utama Bandara Sentani, Jayapura (foto: Keken/detikTravel)
Ramainya penumpang yang mendarat dan mengantri untuk mengambil barang di Bandara Sentani (foto: Keken/detikTravel)
Para porter yang sudah menunggu penumpang untuk membawa barang (foto: Keken/detikTravel)
Beberapa maskapai penerbangan yang tersedia di Bandara Sentani (foto: Keken/detikTravel)
Porter yang mengangkat barang milik penumpang, jumlahnya sangat banyak (foto: Keken/detikTravel)
Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini
Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini
Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini
Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini
Jangan Harap Dapat Trolley di Bandara Ini
Jakarta - Dibandingkan Mozes Kilangin di Timika, Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura lebih padat pengunjung. Jangan harap mendapatkan trolley di sini, sebab para porter sudah mengambilnya lebih dulu untuk disewakan pada penumpang.Saya dan teman-teman Dream Destination Papua terbang dari Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Sentani. Pemandangan berbeda langsung terlihat begitu kami mendarat disana.Pepohonan semakin jarang kami temukan, berganti dengan bangunan-bangunan besar di sekitar Bandara. Penumpang yang mendarat juga lebih banyak, sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama mengantri di conveyor untuk mengambil barang.Sembari antri, saya mencoba untuk bertanya seputar Bandara Sentani kepada salah satu petugas. Menurut Selvis Ruwayari, staff bagasi Bandara Sentani, banyak versi cerita tentang dibangunnya Bandara Sentani.Ada yang mengatakan bandara ini dibangun sejak tahun 1930-an oleh MAF (Mission Aviation Fellowship) Amerika untuk kepentingan penyebaran agama Katolik. Namun seiring berjalannya waktu, Bandara Sentani kemudian difungsikan sebagai bandara komersil.Ada juga yang bilang bahwa bandara ini dulunya dibangun untuk kepentingan perang dunia II sebagai landasan pacu bagi pesawat-pesawat AS. Yah, dua-duanya merupakan pengetahuan baru bagi saya.Bandara Sentani ini merupakan Bandara terbesar kedua di Papua setelah Bandara Biak. Namun, bandara ini baru berstatus Bandara 1A dan belum melayani rute internasional. Meski demikian, maskapai yang melayani penerbangan ke Jakarta maupun antar kota jauh lebih banyak."Disini kalo pagi jauh lebih ramai karena penerbangan perintis selalu berhenti disini. Lagi pula banyak penumpang datang dari kota-kota lain mampir disini untuk ke Jayapura,"ujar Selvis menambahkan.Ada yang menarik bagi saya di Bandara ini, yakni keberadaan porter atau jasa pengangkut barang yang lalu lalang di dalam bandara. Kalau biasanya anda lihat porter mengangkat barang di punggung, maka porter-porter disini lebih banyak menggunakan trolley.Saya pun seakan dipaksa untuk memakai jasa porter karena trolley yang disediakan bandara selalu habis. Tapi tidak apa, karena saya dapat kesempatan untuk ngobrol dengan porter-porter ini.Menurut salah satu porter yang enggan disebutkan namanya, mereka biasanya menetapkan tarif disesuaikan dengan banyaknya tas yang dibawa. Semakin banyak maka semakin mahal. Biasanya, kisaran harga yang diberikan adalah sekitar Rp 20.000-100.000.Puas saya berkeliling Bandara Sentani dan kini saatnya pergi ke hotel dan menginap untuk melanjutkan perjalanan ke Wamena esok harinya. Mari kita jalan-jalan di kota Sentani, Kabupaten Jayapura!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads