Dresden, Si Cantik yang Selamat dari Perang Dunia II
Jumat, 27 Jul 2012 11:35 WIB
Maryeni Auliyati
Jakarta - Dresden, seluruh kota ini dipenuhi dengan bangunan tua bergaya baroque yang sangat memukau. Padahal, saat Perang Dunia II kota ini hancur karena serangan bom Sekutu. Kini, pesona Dresden menjadi favorit wisatawan di Jerman.Pekan kedua Oktober lalu, saya berkesempatan mengunjungi Dresden, sebuah kota berada di bagian timur Jerman. Kota ini berada di negara bagian Sachsen serta berbatasan langsung dengan Republik Ceko dan Polandia.Β Berbekal tiket akhir pekan, saya bersama beberapa teman berangkat menggunakan kereta Regional Express (RE) dari Berlin. Tiket akhir pekan atau yang dikenal juga dengan Wochenende Ticket menjadi penolong untuk para traveler yang ingin jalan-jalan murah di Jerman.Wochenende ticket merupakan tiket grup yang bisa digunakan untuk berlima. Dengan menggunakan tiket ini traveler bisa menumpangi kereta-kereta ekonomi ke berbagai kota di Jerman. Tiket ini berlaku satu hari dan hanya untuk akhir pekan. Tiket hari Sabtu berlaku sampai pukul 03.00 keesokan harinya, begitu juga dengan tiket hari Minggu.Dresden tempo dulu dikenal sebagai tempat kediaman Raja Saxon. Pada masa kini, Dresden berkembang menjadi residen bergaya baroque yang menakjubkan.Saya pun terpana dalam perjalanan wisata kali ini. Berbagai bangunan tua nan megah bertambah indah bila terkena cahaya matahari sore saat musim gugur. Beberapa bangunan yang kunikmati keindahannya adalah Frauenkirche, Semperoper, Zwinger, Schlossplatz, dan Hofkirche.Setiap hari Gereja Frauenkirche selalu dipadati pengunjung, banyak turis yang asyik berfoto-foto sambil menikmati detil bangunan gereja tersebut. Sedangkan Zwinger Palace adalah bangunan bergaya baroque yang paling menakjubkan, dan bangunan ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Dresden.Zwinger dirancang oleh Matthaeus Daniel Poepplemann dan ukiran-ukiran dinding batunya dibuat oleh Balthasar Permoser. Sekarang, Zwinger difungsikan sebagai museum.Di kota ini, bangunan tua dan modern berpadu dengan harmonis menyajikan pemandangan arsitektur yang memukau. Saya baru mengetahui bahwa pada tahun 1945, bangunan-bangunan tua ini hancur lebur terkena bom di Perang Dunia II.Kecintaan bangsa ini kepada sejarah membuat mereka bersemangat untuk membangun kembali bangunan-bangunan tersebut seperti aslinya. Dengan memperbaiki bangunan tersebut, mereka pun bisa bertutur tentang sejarah masa lampau.












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas