Kisah Pertama Bertemu Salju di Grouse Mountain, Kanada
Hana - detikTravel
Rabu, 15 Agu 2012 11:49 WIB
Jakarta - Wajar rasanya bila wisatawan Indonesia ingin memegang salju. Liburan tahun lalu, saya bersenang-senang di padang salju Grouse Mountain, Vancouver, Kanada. Seru!Sebagai negara tropis, Indonesia hanya punya dua musim yaitu panas dan hujan. Jadai wajar kan, bila saya yang berasal dari Indonesia merasa aneh dan penasaran dengan salju.Mendapat pekerjaan dalam sebuah maskapai penerbangan mengantarkan saya mencapai cita-cita di masa kecil, yaitu memegang salju. Saat itu Desember 2011, dalam penerbangan kali ini saya beserta kru menuju Kota Vancouver, Kanada.Β Kala itu tepat menjelang Natal, berarti musim salju telah tiba. Benar saja, ketika sampai di Hotel beberapa kru senior dan seorang pilot mengajak saya untuk pergi ke Grouse Mountain.Β Mereka mengatakan ingin melihat salju dan bermain ski di Grouse Mountain esok hari. Tanpa pikir panjang saya menyambut ajakan itu dengan senang hati.Β Keesokan paginya, kami pergi menuju Grouse Mountain. Pukul 06.00 waktu setempat kami sudah bersiap di Stasiun MTR dan perjalanan dengan menyeberangi pelabuhan menggunakan kapal.Β Setelah membayar tiket masuk, kami pun naik gondola yang siap mengantarkan kami ke puncak pegunungan. Pemandangannya sungguh menakjubkan dan membuat mata ini enggan berkedip.Akhirnya, sampailah kami di puncak Grouse dengan salju yang membentang luas. Suasananya sangat ramai, walaupun udara sangat dingin.Namun setelah melihat sendiri salju itu, kata-kata yang terlontar dari mulut adalah, "Saya bukan penggemar salju!"Udara dingin terasa sakit menusuk kulit. Walaupun sudah menggunakan baju hangat, rasanya masih kurang tebal. Maklum, baru pertama kali datang ke tempat bersalju.Di sini, kami berpisah dengan sang pilot. Dia yang berasal dari New Zealand, sudah akrab dengan salju dan langsung bermain ski tanpa menghiraukan kami. Sedangkan kami memanfaatkan waktu untuk berkeliling untuk melihat-lihat panorama salju.Kami pun sempat menaiki kereta salju yang ditarik rusa, lho. Setelah puas dan tidak kuat menahan dingin, kami memutuskan untuk menunggu di sebuah restoran untuk menikmati secangkir cokelat panas.Kalau sudah begini, rasanya selalu kangen dengan panasnya Indonesia. Rasanya tidak ada yang senyaman negara sendiri, meski cuacanya tak seindah negara di belahan Eropa!
(dtvl/dtvl)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028