Laporan dari Malaysia
Putrajaya, Cantiknya Jantung Pemerintahan Malaysia
Selasa, 22 Mei 2012 15:20 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Kawasan pusat kekuasaan pemerintah tidak harus berdiri dengan pongah. Coba tengok Putrajaya di Malaysia. Pusat pemerintahan ini memikat wisatawan dengan kecantikan yang sederhana.Pemerintah Malaysia tampaknya memang ingin menjadikan Putrajaya menjadi destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara. Berjarak sekitar 35 kilometer dari Kuala Lumpur, kawasan Putrajaya yang didirikan pada 19 Oktober 1995 itu menjadi salah satu tujuan para pelancong.Kawasan Putrajaya sendiri dibangun untuk memindahkan pusat administrasi pemerintahan yang sebelumnya di Kuala Lumpur. Nama Putrajaya diambil dari nama perdana menteri Malaysia pertama, Tungku Abdul Rahman Putra, dengan ditambah kata 'jaya' di belakangnya. Artinya kejayaan Malaysia setelah ratusan tahun dijajah Inggris.Kawasan Putrajaya berdiri di wilayah Kerajaan Selangor. Pemerintah membeli lahan ini dari Selangor seluas 4.931 hektar. Dulunya kawasan itu adalah perkebunan kelapa sawit bernama Prang besar. Sebagai ucapan terimakasih, pemerintah membangun istana bagi Kerajaan Selangor di kawasan Putrajaya.Saat detikTravel berkunjung, Jumat (18/5/2012) lalu, Putrajaya dibangun dengan sangat cantik, modern dan futuristik. Ada Kompleks Pemerintahan Putrajaya, Putrajaya International Convention Centre dan Masjid Biru yang terkenal.Danau buatan seluas 400 hektar sengaja dibuat. Orang Malaysia menyebutnya Tasik Putrajaya. Danau buatan ini bentuknya unik, berkelok-kelok mirip sungai, dan menjangkau hampir seluruh wilayah di Putrajaya.Danau ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke sini. Dikelilingi danau buatan, kawasan Putrajaya juga memiliki tujuh jembatan."Di sini ada tujuh jembatan, salah satunya Jembatan Seri Wawasan," ujar tour guide yang ditunjuk Tourism Malaysia, Nur Aisha (55).Dua jembatan yang harus dikunjungi, syukur-syukur bisa menyeberanginya, adalah Jembatan Putra dan Jembatan Seri Wawasan. Sayangnya detikTravel tak sempat ke Jembatan Putra, karena perahu yang kami tumpangi tidak melewatinya.Erna Mardiana - detikBandung












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau