Bertandang ke "Rumah Nyamuk" di Pangandaran Saat Akhir Pekan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bertandang ke "Rumah Nyamuk" di Pangandaran Saat Akhir Pekan

desipuspasari - detikTravel
Jumat, 25 Mei 2012 11:05 WIB
loading...
desipuspasari
Hati-hati di depan Mosquito Theatre (Museum Nyamuk) ada replika nyamuk raksasa yang menempel di dinding museum ini (Sumber: disparbudpar.jabarprov.go.id)
Salah satu replika nyamuk yang ada di dalam Museum Nyamuk (detikFoto)
Museum Nyamuk ini memiliki enam tingkatan nyamuk-nyamuk, yaitu Aedes, Culex, Anopheles,Mansonia, Amigeres, dan Toxor (detikFoto)
Bertandang ke Rumah Nyamuk di Pangandaran Saat Akhir Pekan
Bertandang ke Rumah Nyamuk di Pangandaran Saat Akhir Pekan
Bertandang ke Rumah Nyamuk di Pangandaran Saat Akhir Pekan
Jakarta - Tak banyak orang tahu apa saja jenis nyamuk. Akibatnya, kita tidak bisa menghindari nyamuk yang berbahaya. Yuk kenalan dengan nyamuk di Mosquito Theatre di Pangandaran, Jabar, akhir pekan ini!Nyamuk menjadi hewan yang cukup menyebalkan untuk manusia. Apalagi gigitannya bisa membuat kulit gatal. Tapi, apa rasanya kalau akhir pekan ini berwisata ke Mosquito Teather atau Museum Nyamuk, Jawa Barat. Ada puluhan nyamuk yang siap menanti kedatangan Anda.Mosquito Theatre merupakan museum nyamuk pertama yang ada di Indonesia. Museum yang berada di Jl Raya Pangandaran KM 3, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat ini mengoleksi berbagai jenis nyamuk yang ada di Indonesia.Nah, saat akhir pekan musum nyamuk bisa menjadi alternatif seru. Traveler bisa berjumpa dengan 80 nyamuk vector penyebar penyakit yang berasal dari Indonesia yang menjadi koleksi museum ini. Nyamuk-nyamuk tersebut terbagi dalam enam jenis, yaitu Aedes, Culex, Anopheles,Mansonia, Amigeres, dan Toxor. Waduh!Keenam jenis ini terbagi juga diperlihatkan mulai dari spesimen, stadium telur, larva, pupa, dan nyamuk. Banyak hal yang dapat kita pelajari saat bertandang ke "rumah nyamuk" yang menjadi program kementerian Kesehatan RI.Siapa yang mengira, hewan kecil yang sering kita temui ini memiliki daya tatarik luar biasa. Tidak hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia mempunyai historis dengan hewan ini. Meskipun masuk dalam jenis serangga, hewan yang satu ini memiliki dampak positif dan negatif bagi umat manusia.Selain sebagai wisata pendidikan, museum yang berdiri sejak 2009 ini bersifat promotif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat. Berbagai sarana penunjang, seperti insektarium, laboratorium entomologi, parasitologi, farmakologi dan virology, laboratorium uji Insektisida, perpustakaan, tanaman obat anti malaria, dan pengusir nyamuk (Tompen) juga dapat kita jumpai di sini. Destinasi wisata ilmiah yang satu ini dibangun dengan penggabungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Jadi, tidak heran bila gedung yang berwarna hijau, merah, dan oranye ini memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat berguna.Berbagai perlengkapan yang ada di sini, dimaksudkan agar traveler dapat membayangkan secara visual tentang siklus hidup nyamuk. Selain itu, juga dapat memberi pemahaman tentang pencegahan sejak dini dari penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.Wah, daripada berakhir pekan ke mall lebih baik kalau kita pergi ke tempat yang bisa memberikan pengetahuan seperti Museum Nyamuk ini. Ayo, kita main di "rumah nyamuk" dan berkenalan dengan hewan penghisap darah ini!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads