Para Diver Dunia Prihatin Masalah Hiu di Raja Ampat
Selasa, 08 Mei 2012 08:40 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Perburuan hiu di Raja Ampat, Papua Barat rupanya juga menjadi keprihatinan para diver dari berbagai belahan dunia. Mereka mendukung cara konservasi yang dilakukan masyarakat lokal.Hal ini disampaikan seorang diver yang juga menjabat Direktur Eksekutif Conservation International (CI) Indonesia, Ketut Sarjana Putra, dalam perbincangan dengan detikTravel, Selasa (8/5/2012). Ketut mengaku kaget saat diving di Nusa Penida, para diver asing menanyainya."Diver-diver dunia sudah tahu soal masalah hiu ini. Mereka sangat peduli," kata Ketut.Sejumlah diver antara lain dari Denmark, Swedia dan Australia, berbagi kesan mereka soal Raja Ampat. Mereka berharap Raja Ampat dikelola dengan baik seperti Great Barrier Reefs di Australia."Mereka menyayangkan perburuan hiu, dan mereka juga berharap Raja Ampat dikelola seperti taman nasional dengan manajemen yang kuat di lapangan," jelas pria yang mulai menyelam sejak usia 19 tahun ini.Para diver merespons positif langkah-langkah yang diperjuangkan masyarakat lokal Papua di Raja Ampat. Mereka mendukung upaya masyarakat lokal untuk memproteksi aset mereka."Mereka bilang nggak apa-apa bayar US$ 50 untuk diving di Raja Ampat, asalkan uangnya dipakai dengan benar untuk memajukan masyarakat setempat," ujar Ketut.












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung