Puteri Pariwisata Jatuh Cinta Pada Songket & Budaya Sumsel

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Puteri Pariwisata Jatuh Cinta Pada Songket & Budaya Sumsel

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 10 Mei 2012 17:41 WIB
loading...
Afif Farhan
Puteri Pariwisata, Melisa Puteri Latar saat mengelilingi Ogan Komering Ilir (OKI) (Taufik Wijaya/detikNews)
Melisa Puteri Latar dan kain songket (Taufik Wijaya/detikNews)
Puteri Pariwisata Jatuh Cinta Pada Songket & Budaya Sumsel
Puteri Pariwisata Jatuh Cinta Pada Songket & Budaya Sumsel
Jakarta - Sumatera Selatan termasuk Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki beragam jenis kerajinan khas, seperti songket. Hal inilah yang membuat Puteri Pariwisata Indonesia, Melisa Putri Latar, jatuh cinta dan menggaguminya.Putri Pariwisata Indonesia berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, untuk menghadiri pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk, yang berakhir hari ini Kamis (10/05/2012). Dirinya pun mengaku amat kagum dengan kebudayaan setempat."Seni budaya di sini sangat unik," kata Melisa.Bersama tokoh setempat, Melisa melakukan kunjungan ke kelompok kerajinan songket, usaha kerupuk dan kemplang, kerajinan gerabah Kedaton, serta ke objek wisata Danau Teluk Gelam.Songket merupakan kain tenun yang tedapat di sepanjang wilayah Pulau Sumatera, salah satunya di Palembang. Uniknya, ada beberapa songket yang ditenun dengan menggunakan benang emas. Songket pun menjadi oleh-oleh khas dari Kota Pempek ini.Untuk menikmati alam sambil memacu adrenalin, datanglah ke Danau Teluk Gelam. Di sini terdapat panorama danau yang dibalut dengan hutan hijau yang indah, serta terdapat beberapa olahraga air. Anda bisa mencoba untuk bermain jetski, mendayung perahu, atau mengitari danau dengan perahu berbentuk bebek. Danau Teluk Gelam merupakan destinasi andalan di Kabupaten OKI.Selain itu, Melisa menerima cinderamata berupa miniatur Perahu Kajang dari Bupati OKI, Ishak Mekki. Perahu Kajang merupakan perahu yang sudah diproduksi masyarakat Kayuagung, OKI, jauh sebelum adanya Kerajaan Sriwijaya. Bahkan diperkirakan, perahu inilah yang menghidupi aktivitas ekonomi masyarakat Nusantara pada masa itu."Budaya di sini harus kita lestarikan, agar generasi muda berikutnya dapat mencintai kekayaan warisan budaya ini," ungkap Melisa.Taufik Wijaya - detikNews
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads