Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Sri Lanka

Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Selasa, 03 Apr 2012 08:45 WIB
loading...
Fitraya Ramadhanny
Lukshman dan bajaj kebanggaannya (Foto: Fitraya/detikTravel)
Bajaj menunggu muatan (Foto: Fitraya/detikTravel)
Bajaj antre di perempatan (Foto: Fitraya/detikTravel)
Bajaj di Colombo berwarna-warni (Foto: Fitraya/detikTravel)
Bajaj mangkal di pasar (Foto: Fitraya/detikTravel)
Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!
Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!
Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!
Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!
Naik Bajaj di Colombo, Ngacirrr...!
Jakarta - Cara paling seru untuk menikmati Kota Colombo, Sri Lanka adalah dengan naik bajaj, kendaraan roda tiga seperti di Jakarta. Kapan bajaj akan berbelok, hanya Tuhan dan supir bajaj yang tahu. Siap-siap ngacir!detikTravel berada di Colombo pada 27-29 Maret 2012 lalu, sebelum menjelajah kota lain di Sri Lanka. Kesempatan itu tak disia-siakan untuk menjajal bajaj yang kerap wara-wiri di Sri Lanka. Pagi hari dirasa cocok untuk berkeliling Colombo sambil melihat bagaimana kota ini menggeliat di pagi hari.Bajaj di Colombo tidak punya aturan soal warna, terserah saja apakah mau hijau, biru, merah, hitam, atau coklat. Tarif naik bajaj mulai dari 20 Rupee (Rp 1.400) sampai 1.000 Rupee lebih (Rp 70.000) untuk harga turis. Namun itu semua tergantung dengan jarak.detikTravel pun berkenalan dengan Lukshman, pria yang sudah 20 tahun jadi sopir bajaj dan biasa mangkal di Galle Road, dekat Pantai Colombo. Bajaj-nya hitam kinclong, kelihatan baru dilap. Tak butuh waktu lama sebelum dia mengiyakan untuk membawa penulis keliling kota pagi itu.Ngroeeeng! Bajaj pun dipacu ke kota tua Colombo. Bajaj di Sri Lanka ini lebih lega dari bajaj standar di Indonesia. Luasnya seperti bajaj BBG di Jakarta. Tapi getarannya tetap sama, seperti mode vibrasi ponsel Anda.Lukshman menjelaskan bajaj di Sri Lanka dibuat oleh 3 pabrikan. Yang pertama adalah Bajaj itu sendiri, ini edisi paling lama. Kemudian ada juga dari Piaggio, produsen Vespa. Bajaj dari Piaggio ini ada tulisan Piaggio di bagian belakang. Yang paling mutakhir, ini juga menurut Lukshman, adalah buatan TVS, produsen motor India."Yang buatan TVS ini yang paling bagus," kata Lukshman membanggakan bajaj-nya. Hmmm, sarannya boleh juga. Jika Anda traveling ke Sri Lanka, mungkin bajaj jenis TVS ini yang bisa Anda pilih karena keluaran paling baru.Oh ya, bajaj di Colombo ada yang dengan argo, ada juga yang tanpa argo. Seperti juga di Thailand, bajaj di Sri Lanka juga disebut Tuk-tuk, karena suara mesinnya yang berbunyi demikian.Nah, rupanya cara menyetir supir bajaj di Colombo dan Jakarta, sama serunya. Lukshman membawa bajaj-nya dengan lincah berkelit kesana, kemari. Hiruk pikuk lalu lintas Colombo di pagi hari, bukan tandingan untuk Lukshman dalam mengendalikan bajaj-nya.Wush! Wush! Berpindah-pindah jalur, bajaj memang jagonya. Tidak lupa perang klakson kalau ada kendaraan lain yang mengganggu. Seru!Serunya lagi, bajaj di Colombo pun kerap dipasangi stiker, atau tulisan layaknya angkot di Indonesia. Mulai dari tulisan berbahasa Tamil atau bernada religius. Ada juga bajaj bertuliskan Colombo Express, yang ini sepertinya doyan ngebut.Untuk bule-bule yang tidak pernah naik bajaj, pasti kaget. Tapi jika Anda sudah biasa naik bajaj di Jakarta, maka naik bajaj di Colombo akan menjadi obat kangen Anda.Satu hal lagi soal Lukshman, dia sudah biasa membawa turis, bahasa Inggrisnya lumayan, dan pengetahuannya soal spot wisata juga oke. Jika tertarik menjelajah Colombo dengan bajajnya Lukshman, dia bisa dihubungi di ponselnya di +94785298894. Jangan lupa menawar tarifnya ya!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads