Laporan dari Sri Lanka
Wow! Gigi Sang Buddha Masih Disimpan di Sri Lanka
Kamis, 05 Apr 2012 15:10 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Semua yang tersisa dari jasad Buddha, menjadi relik yang sangat suci bagi umatnya. Di kota suci Kandy, Sri Lanka, ada sebuah istana sekaligus vihara yang menyimpan gigi Sang Buddha!Terletak di tengah-tengah Pulau Sri Lanka, Kandy pernah menjadi ibukota Sri Lanka. Sementara kawasan pantainya sudah menjadi rebutan penjajah Portugis, Belanda dan Inggris. Kandy akhirnya jatuh juga ke tangan Inggris pada 1815, dan Sri Vikrama Rajasinha menjadi raja terakhir Sri Lanka.Namun, sisa dari kerajaan Sri Lanka ini tetap lestari sampai saat ini. Kota yang berjarak 116 km dari Colombo ini tetap menjadi kota suci untuk umat Buddha di Sri Lanka. Ini lantaran Kandy menjadi tempat persemayaman relik suci yaitu gigi Sang Buddha.Sri Dalada Maligawa atau Biara Gigi adalah tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan. detikTravel berkunjung ke tempat ini pada Sabtu (31/3/2012) lalu.Berbeda dengan Colombo yang panas, hawa di Kandy relatif lebih sejuk karena sudah berada di dataran menengah. Sri Dalada Maligawa ini pun terletak di tepi Danau Kandy yang luas dan cantik. Di pelatarannya banyak terdapat stupa, namun yang paling menarik adalah Pohon Bodhi, pohon suci umat Buddha sebagai tempat Buddha bertapa.Wisatawan asing membayar 1.000 Rupee dan tambahan 300 Rupee untuk kamera (total Rp 91.000). Karena ini tempat suci, kita harus betul-betul menaati tata krama yang berlaku di tempat ini. Karena wartawan, penulis meminta izin tambahan kepada biksu kepala sebelum masuk ke Sri Dalada Maligawa. Semua pengunjung harus melepas alas kaki sebelum masuk ke kompleks istana Kandy ini. Ada ribuan orang lain yang hilir mudik keluar masuk untuk memberikan persembahan bunga teratai kepada Sang Buddha.Sri Dalada Maligawa adalah sebuah bangunan besar dua lantai dengan taman di bagian tengah. Di tengah taman itu ada sebuah rumah kayu dua lantai yang diukir indah. Itulah tempat persemayaman gigi Sang Buddha. Langit-langitnya dipenuhi ornamen-ornamen teratai yang terbuat dari emas!Pengunjung tidak bisa melihat langsung gigi Sang Buddha, melainkan hanya dari luar rumah kayu ini. Sayang memang, tapi begitulah aturannya. Menurut pemandu kami, gigi Sang Buddha hanya dikeluarkan sekali dalam 5 tahun dalam festival tahunan Esala Perahera.Aturan berfoto di sini pun sangat keras! Pengunjung tidak boleh berfoto dengan posisi memunggungi rumah tempat gigi Buddha berada. Jika nekat, banyak petugas keamanan biara yang akan menghardik Anda. Memunggungi Buddha adalah sebuah tindakan penghinaan. Jika ingin ada wajah Anda bersama rumah persemayaman gigi Buddha, Anda harus berdiri menyamping atau berdiri sejajar di samping rumah kayu ini.Jika ingin lebih dekat dengan gigi Buddha, orang-orang naik ke lantai dua Sri Dalada Maligawa. Orang-orang berdoa kepada Buddha di sini sambil menyerahkan bunga teratai kepada penjaga. Di lantai ini, Anda harus sangat tenang dan tidak mengganggu aktivitas peribadatan.Setelah melihat rumah persemayaman gigi Buddha, kita diajak melihat aula dengan patung Buddha emas, relief perjalanan sejarah hidup Buddha, sampai bagaimana akhirnya gigi Buddha bisa berada di tempat ini.Sri Dalada Maligawa menawarkan pesona lain, selain relik suci gigi Buddha. Usai berkunjung di dalam, cobalah bercengkerama dengan masyarakat lokal yang berkunjung ke Sri Dalada Maligawa.Mereka sungguh ramah melihat kedatangan wisatawan asing, terutama anak-anak sekolah yang datang setiap hari. Tak ragu mereka menyapa dan melambaikan tangan, bahkan mengajak berfoto. Balaslah senyum mereka sambil mengucapkan, "Ayubowan!". Selamat panjang umur.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun