'Smong', Suguhan untuk Pengunjung Simeulue Resort di Aceh
Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Jumat, 20 Apr 2012 16:59 WIB
Jakarta - Gempa yang rutin melanda Pulau Simeulue, NAD, kini dilirik sebagai ceruk wisata. Sebuah resor bintang dua tengah dibangun di sana, menyajikan keindahan alam dan juga 'smong', pengetahuan yang terkait gempa dan tsunami.Kawasan wisata itu bernama Simeulue Resort. Saat ini masih merupakan bagian dari Busung Indah Beach Hotel yang berada di Desa Busung, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, NAD.Dari total areal seluas tujuh hektar, empat hektar di antaranya berada di pulau kecil yang terpisah sekitar 20 meter dari daratan utama Pulau Simeulue. Pulau kecil itu sendiri akan diberi nama bersamaan dengan peresmian resort itu sekitar Juni 2012 mendatang.Sandra Dewi sebagai perwakilan resort tersebut menyatakan, gempa yang kerap melanda kawasan Simeulue tidak berpengaruh terhadap kondisi kepulauan tersebut. Kawasan pantai dan laut yang merupakan sajian utama wisata Simeulue tetap dalam keadaan baik. Ombaknya masih menarik turis asing sebagai lokasi olahraga selancar. Itu sebabnya dia memutuskan untuk membangun cottage dan fasilitas hotel berbintang dua di Simeulue.βAda 75 kamar dengan layanan kelas bintang dua yang tengah kita siapkan,β kata Sandra di Simeulue, Jumat (20/4/2012).Kamar-kamar dengan bahan konstruksi utama dari kayu itu dibangun dengan ornamen khas lokal Aceh. Perekat antar kayu bangunan itu tidak menggunakan paku, melainkan baut dan mur, sehingga jika ada guncangan gempa bangunan tak akan langsung runtuh. Kamar-kamar itu menghadap langsung ke laut, sementara di sekelilingnya terdapat pohon-pohon tepian pantai, termasuk juga hutan bakau.Nantinya, setiap tamu yang menginap di Simeulue Resort akan dibekali dengan pengetahuan tentang 'smong', yakni pengetahuan tradisional masyarakat setempat dalam penyelamatan diri dari gempa. Biasanya warga Simeulue akan menyelamatkan diri ke arah bukit jika gempa besar terjadi. Apalagi jika gempa disusul surutnya air laut, itu pertanda tsunami yang paling nyata. Tradisi smong itu yang menyelamatkan banyak nyawa warga ketika tsunami terjadi pada Desember 2004 lalu.Persis di depan resort itu, terdapat bukit yang dinamakan Bukit Cengkeh. Bukit itu selama ini memang dimanfaatkan warga sekitar untuk menyelamatkan diri jika terjadi gempa, seperti pada 11 April 2012 lalu. Nantinya pengelola akan mengoptimalkan Bukit Cengkeh itu. Fungsinya tetap sebagai tempat penyelamatan diri warga, tetapi nanti jalur undakan akan diperjelas dan disemen. Sementara di puncak bukit, rencananya pengelola akan membuat panel berisi sejarah smong dan sejarah gempa, tsunami yang terjadi di Simeulue.Simeulue Resort, jika beroperasi nanti, merupakan satu-satunya resort kelas bintang dua di pulau ini. Kendati masuk wilayah NAD, Pulau Simeulue lebih dekat dengan Medan, ibukota Sumatera Utara (Sumut). Saban hari ada pesawat reguler bermuatan 12 penumpang berangkat dari Bandara Polonia menuju Bandara Lasikin di Pulau Simeulue.Khairul Ikhwan - detikNews
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh