Perjalanan Menuju Jantung Spiritual Myanmar
Minggu, 19 Feb 2012 09:43 WIB
Intel-bdg
Jakarta - Perjalanan kali ini kami tempuh dalam waktu terbatas. Dengan rute Yangon-Mandalay-Bagan-Yangon, kami memulai perjalanan.Perjalanan dimulai dari pesawat rute Bandung-Kuala Lumpur. Sore harinya dari KL, kami melanjutkan perjalanan ke Yangon. Tiba di Yangon, taksi mengantar kami ke Aung Mingalar Bus Station. Jika naik taksi dari Bandara, biayanya US$10 atau K 10 ribu. Jangan lupa bilang pada supir taksinya kalau Anda mau ke daerah bernama Mandalay.Bus bernama Yar Jar Tun-lah yang mengantar kami ke Mandalay, berangkat pukul 20.00 waktu setempat. Tiketnya seharga K 10.599. Untungnya, bus pun berangkat tepat waktu.Perjalanan Yangon-Mandalay ditempuh dalam waktu 9 jam lewat jalan tol yang mulus. Selama perjalanan, bus hanya berhenti satu kali untuk istirahat dan makan.Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, kami tiba di terminal Mandalay tepat pukul 05.00. Setelah mencoba berbicara dengan warga lokal, akhirnya kami memutuskan untuk naik ojek seharga K 3000 untuk berdua, menuju penginapan.Penginapan murah di Mandalay berjejer di 25th Street. Salah satu hotel yang resepsionisnya mengerti bahasa Inggris adalah Garden Hotel, US$18 per malam. Atau, Lotus Hotel dengan harga US$16 per malam.Untungnya, hotel yang kami tempati berada di daerah Muslim. Jadi, tak sulit untuk mencari masjid atau makanan halal.Setelah berbenah dan mandi, kami sarapan cakue, semacam lumpia di Indonesia yang disajikan dengan kopi susu. Dengan modal peta di tangan, kami menyewa motor di hotel seharga K 10 ribu per hari. Satu hari di Mandalay kami habiskan di Mandalay Hill dan sekitarnya, juga Amarapura (U'bein Bridge).Motor adalah kendaraan paling praktis dan nyaman, karena jalanan di Mandalay tidak rumit. Hari itu kami tutup dengan menikmati matahari terbenam di Amarapura.Pukul 08.00 keesokan harinya, kami berangkat naik bus menuju Bagan. Tiket sudah dipesan di hotel, seharga K 15.000. Dari hotel, kami dijemput 'angkot' untuk menuju terminal.Perjalanan Mandalay-Bagan ditempuh sekitar 5-6 jam, bergelut dengan jalanan yang cukup parah dan berdebu. Satu kali berhenti untuk makan siang. Saran kami, sebaiknya Anda bawa camilan yang banyak karena makanan di pemberhentian itu kurang enak.Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, tibalah kami di pintu gerbang wilayah Bagan. Ada pos khusus turis, dengan harga tiket USD$10 per orang. Lewat dari pos ini, kami masuk ke daerah Nyaung. Para traveler biasa menginap di Nyaung atau New Bagan.Bagan adalah kota yang te rletak di wilayah Mandalay. Kota ini terkenal dengan ribuan candi yang terhampar di area seluas 41 kilometer persegi.Namun, setelah obrolan panjang-lebar dengan seorang turis Austria, kami memutuskan untuk menginap di New Bagan dengan patungan naik 'taksi' (mobil bak terbuka yang ditutup terpal dan beralas kasur!). Harganya K 9000 sekali perjalanan.Rupanya pilihan kami tidak salah. Hotel tempat kami menginap yaitu Kaday Aung New Bagan memiliki kamar yang besar, nyaman, bersih, plus kolam renang! Kami membayar US$22 untuk satu malam menginap.Di Bagan, ada delman dan sepeda sebagai transportasi berjalan-jalan. Untuk 1 hari menyewa delman, mulai dari matahari terbit pukul 05.00 hingga terbenam pukul 06.00, harganya dipatok K 20 ribu.Karena Bagan cukup terkenal, banyak orang yang bisa bahasa Inggris termasuk pengendara delmannya. Idealnya, 2 hari di Bagan ini kami habiskan dengan 1 hari berkeliling dan setengah hari ke Mount Popa, naik Jeep.Kami menikmati matahari terbenam di sebuah candi yang cukup tinggi di sana. Pemandangan indah tersaji di depan mata. Gradasi langit biru perlahan menghilang ditelan lembayung. Hamparan lapang dengan ribuan candi megah, menghasilkan pemandangan yang luar biasa indah.Keesokan paginya, pukul 04.30 waktu setempat kami duduk manis menunggu matahari terbit di sebuah candi yang cukup tinggi. Setelah menikmati pemandangan indah, pukul 07.30 mulai bermunculan balon-balon udara yang disewa para wisatawan! Dari atas sini, kami serasa ada di negeri dongeng.Siang hingga sore harinya, kami berkeliling wilayah Bagan menggunakan delman. Berkunjung ke candi-candi bersejarah yang cukup besar, dengan si pemilik delman sebagai pemandunya.Β Kami memesan tiket bus kembali ke Yangon ketika tiba lagi di hotel. Harganya K 15.000, dijemput 'angkot' yang sama dari hotel ke terminal. Bus malam berangkat pukul 18.00 waktu setempat, dengan perjalanan Bagan-Yangon sekitar 11 jam lamanya.Sama halnya dengan perjalanan Yangon-Mandalay, perjalanan kali ini pun lewat jalan tol yang mulus. Namun, bus sempat berhenti 2-3 kali karena sempat mogok.Pukul 05.00 waktu setempat kami tiba di terminal, menunggu hari mulai terang. Dari sini menuju kota Yangon bisa ditempuh menggunakan bus atau taksi. Naik taksi bisa seharga K 5.000, namun bus kota hanya K 300.Kami menghabiskan hari itu di Yangon dengan berjalan-jalan di sekitar Shwedagon Pagoda (US$ 5 per orang). Sore harinya, kami lanjut ke Bandara naik taksi seharga K 5.000.Walaupun belum sempat ke tempat-tempat menarik lainnya seperti Inle Lake, Bagan sudah cukup membuat kami dengan ribuan candinya yang dihiasi sinar mentari pagi dan sore hari.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun