Pompeii, 1.600 Tahun Disembunyikan Abu Vesuvius
Faela Shafa - detikTravel
Rabu, 04 Jan 2012 13:40 WIB
Jakarta - Awan debu sepanas 850 derajat celcius dimuntahkan Gunung Vesuvius pada tahun 79 dan melahap seluruh bangunan dan manusia di Kota Pompeii, Italia. 1.600 tahun kemudian, tempat itu ditemukan kembali dan kini menjadi situs warisan sejarah dunia UNESCO.Kota pelabuhan yang dibangun sekitar abad ke-6 SM merupakan kota yang terkenal sibuk. Di bawah kekuasaan Romawi, kota ini mejadi tempat istirahat banyak pelaut. Dengan 20.000 penduduk, kota ini hidup dengan berbagai tempat hiburan seperti bar, restoran, gymnasium dan tempat permandian umum yang mewah. Sayangnya, kota modern di masanya ini harus lenyap selama 1.600 tahun.Pada tanggal 20 Agustus 79 rangkaian gempa ringan melanda kota dan tidak dipedulikan penduduk. Hingga pada tanggal 24 Agustus 79, bertepatan dengan perayaan dewa api Romawi, Gunung Vesuvius meledak. Ia langsung memuntahkan awan panasnya ke kota dan masyarakat yang masih sibuk berkegiatan pun tidak bisa mengelak dari bencana.Kota ini terlupakan dan kembali ditemukan pada tahun 1679. Setelah mengetahui fakta penemuan ini, berbagai upaya dan kampanye serius dilakukan untuk membersihkan Kota Pompeii yang kini berada di kawasan Italia ini dari timbunan tanah.Dilihat dari struktur bangunan dan jalannya, Pompeii bisa dibilang sebagai kota yang cukup teratur. Bangunannya terbuat dari batu bata dengan bentuk modern, sangat kental dengan gaya Romawi kuno. Jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola membentang dari timur ke barat dan dari utara ke selatan. Salah satu bangunan yang bisa dilihat kemodernannya adalah House of Vetti. Dekorasi bangunan tersebut terlihat indah dengan berbagai lukisan berwarna yang masih bisa dinikmati sampai saat ini. Bangunan lain yang mendukung majunya kota tersebut di masa itu adalah tepidarium atau tempat pemandian umum.Terletak dekat gymnasium, tepidarium sering dikunjungi oleh mereka setelah berolahraga. Bangunan ini berdinding penuh lukisan yang tidak hanya lukisan 2 dimensi, tapi juga 3 dimensi. Fokus utama dari lukisan tersebut akan dipahat menonjol sehingga menghasilkan pemandangan yang menarik.Selain menikmati sisa bangunannya, Anda juga bisa melihat beberapa warga Pompeii yang sudah menjadi batu karena kejadian meletusnya gunung Vesuvius. Banyak dari mumi yang ada menunjukkan bagaimana mereka ketakutan dalam keadaan terakhir mereka. Ada juga penemuan beberapa mumi dalam keadaan yang tergolong erotis, namun karena alasan norma kesopanan pada saat itu, mereka memilih untuk kembali mengubur mumi semacam itu.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama