Habiskan Malam Tahun Baru di Cipanas
Sabtu, 07 Jan 2012 19:48 WIB
Alfharabisaktiamanta
Jakarta - Tahun baru? Pasti semua orang sibuk mempersiapkan semuanya. Tidak terkecuali aku bersama teman-teman satu sekolahku. Semua mencari ide untuk mengisi waktu saat tahun baru. Banyak yang memberikan masukan, salah satunya ke Cipanas dan menginap di villa.Kemudian, (30/12/2011) kami pun sepakat untuk pergi ke Cipanas. Di sana kami akan menginap di villa salah satu teman yang kebetulan mengadakan acara tahun baru. Ya, Β memang sudah takdirnya dapat gratisan.Β Tepat pukul 09.00 WIB kami berangkat dari rumah Safril--salah satu teman yang juga ikut ke villa dan baru pulang dari Kebumen saat itu. Dari rumah Safril kami akan menuju ke Cikokol dengan menggunakan bus yang menuju Stasiun Bogor. Sesampainya di Stasiun Bogor kami langsung salat dan makan siang. Setelah semuanya selesai, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Ciawi dengan menggunakan angkutan umum.Dari Ciawi kami meneruskan dengan angkutan umum L300 dengan tujuan langsung menuju Cipanas. Di sinilah terjadi sesuatu yang sesungguhnya membuat kami semua merasa kesal. Supir angkutan umum tersebut menurunkan kami di belakang pasar. Padahal kondisi saat itu sedang hujan, dan kami harus jalan kaki sampai Istana Cipanas, benar-benar semena-mena.Β Meskipun begitu, kami harus tetap semangat.Β Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali naik angkutan umum.Sekitar jam 4 sore kami sampai di villa. Hari pertama di Cipanas, tidak banyak yang kami lakukan, hanya diam, berenang, dan jalan-jalan ke taman. Tapi, saata malam tahun baru tiba, semuanya berubah menjadi menyenangkan. Kami semua berkumpul dalam satu area yang penuh dengan suasana kekeluargaan yang sangat akrab. Ritual "bakar-bakaran" daging sudah pasti dilakukan. Malamnya, kami menyalakan kembang api, ternyata bukan hanya villa kami yang menyalakan tapi juga villa sekitar. Suasana benar-benar meriah dan ramai.Keesokan harinya kami kembali pulang ke Tangerang. Daerah Bogor memang seru dan bisa dijadikan sebagai tempat liburan. Suasana yang sejuk dan dingin sangat bertolak belakang dengan Tangerang yang panas dan banyak terdapat pabrik industri. Tapi, mau bagaimanapun daerah kelajiran yang terbaik. Kalau kata tamanku, Bogor itu keras dan macet.Β Kami harus kembali ke Tangerang.Β












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas