Pesona 4 Abad Klenteng Tertua di Sulawesi Utara
Rabu, 18 Jan 2012 10:39 WIB
Afif Farhan
Jakarta - Klenteng Ban Hin Kiong sudah berdiri sejak 400 tahun yang lalu dan mempunyai arti "Istana Penuh Berkah". Tidak sulit untuk menemukan klenteng bersejarah ini, Karena Klenteng Ban Hin Kiong terletak di pusat kota atau tepatnya di Jl DI Panjaitan, Manado, Sulut. Sayangnya, Anda tidak dapat melihat ataupun mempelajari detil dari sejarah klenteng ini. Sebab, klenteng ini terbakar pada peristiwa 14 Maret 1970, jadi banyak dokumen-dokumen bersejarah yang hilang ataupun hangus terbakar.Warna merah mendominasi tiap sudut Klenteng Ban Hin kiong. Begitu pula dengan dekorasinya yang khas Tionghoa. Apalagi jika menjelang Imlek, suasana di sekitar klenteng akan dipenuhi oleh lautan manusia. Walaupun di sekitar klenteng juga terdapat masjid dan gereja, masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai. Suatu keharmonisan yang patut dicontoh.Klenteng ban Hin Kiong sudah menjadi destinasi favorit bagi para traveler jika berkunjung ke Manado. Selain bangunannya yang bersejarah, klenteng ini juga mempunyai dua meriam peninggalan VOC sejak tahun 1788 yang diberikan oleh pemerintah Belanda. Terdapat beberapa rangkaian upacara penting menjelang Imlek. Dimulai dari tanggal 9 Januari, terdapat upacara Bwe Ge, upacara sembahyang atas rezeki dari tahun Imlek ini. Lalu tanggal 14 Januari, diadakan pembersihan klenteng, yang mempunyai arti mempersiapkan jasmani untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Tanggal 16 Januari, diadakan upacara Sang Sin, yaitu mengantar salah satu dewa untuk menghadap Tuhan, yaitu Dewa Su Beng Cao Kun untuk melaporkan tingkah laku manusia termasuk keadaan alam semesta.Upacara dilanjutkan tanggal 22 Januari, yaitu upacara Tie Sik akhir tahun pada pagi hari. Malam harinya pukul 23.00 Wita, dilakukan upacara Tie Sik lagi untuk menyambut Imlek. Lalu, tanggal 24 Januari, diadakan upacara sembahyang Thau Ge untuk memohon restu dalam memulai kehidupan yang baru di tahun yang baru.Kemudian, tanggal 26 Januari diadakan upacara Cie Sin untuk menyambut kembalinya Dewa Su Beng Cao Kun. Dalam upacara tersebut, umat yakin dewa tersebut telah membawa titah Tuhan tentang prosesi Imlek tahun ini berkenan direstui atau tidak oleh Tuhan. Caranya dengan melempar kayu poa poe, jika kayu satu tertutup dan satu kayu terbuka, maka perayaan Imlek akan diselenggarakan. tetapi jika dua kayu tersebut tertutup atau dua-duanya terbuka sampai 3 kali, maka Imlek tidak akan diselenggarakan. Sebagai bukti, pada dua tahun lalu, Imlek tidak diselenggarakan di klenteng ini karena kayu poa poe tidak menunjukan hasil untuk menyelenggarakan Imlek. Pada tanggal 6 Februari, barulah Imlek dirayakan.Kita lihat saja, apakah tahun ini perayaan Imlek 2563 akan diselenggarakan di Klenteng Ban Hin kiong atau tidak.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh