Jakarta - Tanggal 24 Juli 2011 lalu, Wayang Windu Maintenance berangkat dari Pangalengan menuju Pantai Santolo. Pemandangan perkebunan teh sepanjang jalan sejuknya hawa pegunungan menghilangkan rasa lelah selama mengendarai motor.Berbekal nasi timbel dan tenda peleton kami menuju Pantai Santolo melewati Cukul, Cisewu, dan Rancabuaya. Setelah melewati Cukul, perjalanan dilanjutkan menuju Rancabuaya melewati Cisewu.Selama perjalanan, kami dihadapkan dengan medan yang berliku dan naik turun. Sikap penuh kehati-hatian sangat diperlukan karena kondisi jalan yang berada di pinggir jurang. Beberapa rekan bahkan sempat terjatuh karena jalanan yang berlubang dan licin bekas longsor. Selepas Cisewu ada air terjun, kami pun beristirahat di sana.Sampai di Rancabuaya, kami menyusuri jalan lintas selatan Jawa Barat. Sepanjang jalan, pemandangan pinggiran pantai tersaji di depan mata. Jalan yang sudah bagus membuat kami memacu motor lebih cepat lagi.Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya kami tiba di Pantai Santolo. Kami pun mendirikan tenda di areal milik LAPAN setelah mendapatkan izin. Istirahat saat itu terasa sangat nikmat saat menikmati bekal berupa nasi timbel. Sehabis makan beberapa rekan beristirahat di tenda, dan yang lainnya main di pantai sambil mengambil foto buat kenang kenangan.Malamnya, kami membuat api unggun di pinggir tenda untuk mengusir rasa dingin. Santap malam saat itu adalah udang asam manis dan cumi saus mentega dari rumah makan terdekat. Keesokan paginya kami kembali pulang ke pangalengan dengan pikiran yang sudah lebih segar dan rasa kebersamaan yang semakin bertambah.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok