Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah

Dhiana Puspitasari - detikTravel
Kamis, 26 Jan 2012 15:13 WIB
loading...
Dhiana Puspitasari
Candi megah di bawah tanah
Bukti kemegahan sebuah dinasti
Kaki candi
Bangunan induk candi
Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah
Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah
Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah
Candi Sambisari, Pesona Bangunan dari Bawah Tanah
Jakarta - Setelah terkubur selama ratusan tahun, pada tahun 1966 seorang petani bernama Karyowinangun menemukan bongkahan pertamanya. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai kembali ratusan keping "puzzle" dari batu hingga kembali menjadi Candi Sambisari.Candi Sambisari, sebuah bangunan purbakala yang eksotis dan megah. Candi ini berada pada 6,5 meter Β di bawah permukaan tanah, Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Setelah mengetahui ada penemuan bangunan candi Dinas Kepurbakalaan pun langsung datang dan menetapkan bahwa area sawah milik Karyowinangun sebagai Suaka Purbakala.Awalnya, sang empunya sawah menemukan batu berpahat yang kemudian diduga sebagai bagian dari candi yang terkubur di bawah sawah. Kemudian, Dinas Kepurbakalaan melakukan penggalian dan akhirnya menemukan ratusan bongkahan batu lain lengkap dengan arca-arca kuno. Benar saja, bongkahan-bongkahan batu tersebut merupakan komponen dari sebuah candi.Para ahli situs purbakala memperkirakan Candi Sambisari dibangun antara tahun 812-838 M, saat itu masih termasuk dalam masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi ini terdiri dari satu buah candi induk dan tiga buah candi pendamping. Selain itu, juga terdapat dua pagar yang mengelilingi kompleks candi. Satu pagar sudah melakukan pemugaran sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya tampak di sebelah Timur Candi. Masih sebagai pembatas, terdapat delapan buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.Tiak adanya alas seperti candi-candi di Jawa pada umumnya menjadikan candi induk terlihat lebih unik. Kaki candi berfungsi sekaligus sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa simbar baru dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.Menaiki tangga di pintu masuk candi induk, Anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga. Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.Anda juga akan melihat selasar selebar 1 m akan setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Jika, mengelilinginya, anda akan menjumpai tida relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi Utara terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan delapan tangan yang menggenggam senjata. Sementara di sisi Timur terdapat arca Ganesha (anak Dewi Durga), dan sisi Selatan terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.Memasuki bilik utama candi induk, terlihat lingga dan yoni yang berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni di bilik candi induk ini juga dipakai untuk membuat air suci. Biasanya, air pada lingga dan dibiarkan mengalir melewati parit kecil pada yoni, kemudian menampungnya dalam sebuah wadah.Keluar dari candi induk dan menuju ke Barat, terlihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tak ditemukan batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwara tengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya. Kemungkinan, padmasana dan lapik dipakai sebagai tempat arca atau sesajen.Setelah puas menikmati keindahan candi, kita bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah Karyowinangun sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip "puzzle" raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung dari masa silam.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads