Jakarta - Ini merupakan pengalaman pertama saya mendaki Gunung Batur dan berkemah. Pertama kalinya mendapat pengalaman tidur dengan hanya beralaskan sleeping bag dan beratapkan bintang. Untungnya saat pagi hari perut nggak bermasalah karena di sini nggak ada WC.Kami berangkat dari tempat kemah jam 3 pagi, sampai di puncak Gunung Batur pukul 05.15 Wita. Hal ini jelas membuat rasa bangga, pertama ikut acara seperti ini saya dan teman-teman lain yang seangkatan masih jauh tertinggal.Dan, yang membuat saya semakin bangga karena saya adalah perempuan.Aca naik ke Gunung Batur dalam rangka menyambut 17 Agustus. Sekalian SMA 1 (aku alumnusnya) mengadakan acara naik gunung benrsama kelompok pecinta alamnyanya (KPA). Saya pun memutuskan untuk ikut. Perjalanan dari Denpasar ditempuh dengan menggunakan truk. Benar-benar pengalaman yang baru dan sangat seru.Dan, pada saat mau turun gunung, berhubung masih amatir, saya malah bertumpu dengan jari kaki depan. Alhasil telunjuk kaki saya menjadi berwarna merah gara-gara ada darah yang terjepit di sana. Sampai sekarang warna merah itu nggak hilang-hilang. Tapi, keseluruhan memang seru dan kami nggak merasakan dinginnya gunung. Selain itu pemandangan dari puncak Gunung Batur bagus banget, khususnya saat menunggu sunrise.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?