Karimun Jawa Bagian Dua: Berdansa Dengan Si Predator Laut

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Karimun Jawa Bagian Dua: Berdansa Dengan Si Predator Laut

Rainer Oktovianus - detikTravel
Jumat, 02 Des 2011 14:25 WIB
Jakarta -  Mentari mengetuk pintu penginapan Omah Alchy. Seakan mengajak kami jangan malas dan segera menelusuri keindahan pulau sekitaran Karimun Jawa. Dengan dipandu Mas Aries, kami diberitahu tempat-tempat wisata yang berada di kepulauan ini. Baru mendengar ceritanya saja, bayangan indah memenuhi kepala ini. Tanpa pikir panjang segera kami packing handuk, baju ganti, sunblock, dan baju renang tentunya! Inilah pengalaman hari kedua di surga 'samar-samar' Jawa Tengah ini.Kapal kecil yang menjemput kami berada tepat dari pinggir kamar berbunyi bising membawa anak-anak kota menyusuri jernihnya air laut. Mulailah perang bunyi-bunyi bidikan kamera. Mulai dari handphone sampai kamera digital dipakai untuk mengabadikan indahnya pulau-pulau dan suasanya saat itu. Langit biru dipantulkan oleh jernihnya laut yang bahkan bisa melihat isinya dengan mata telanjang! Tiba-tiba kapal berhenti tak jauh dari Pulau Tengah. Saatnya snorkeling!Peralatan snorkeling ternyata sudah disiapkan oleh pemilik kapal yang masih kenalan Mas Aries sang pemandu. Air laut terasa segar dan masing-masing kami sibuk menunjuk bermacam ikan yang tanpa takut mengelilingi kami. Jangan lupa bawa remah roti agar ikan yang berkumpul semakin banyak ya. Mulai dari Clown Fish, Angel Fish sampai ikan yang saya tak tahu namanya seakan bermain dengan kami semua. Belum puas kami melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling kedua dekat dari Pulau Cilik yang tak kalah menakjubkan.Satu tujuan kami ketika memilih Karimun Jawa, yaitu berenang bersama kumpulan hiu! Ya, predator laut ini merupakan daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Karimun Jawa. Tapi, tidak perlu khawatir. Walaupun, mereka hiu liar tapi ditangkarkan dan sudah diberi makan oleh sang pemilik tempat, namanya Pak Moko. Tetap saja ada rasa takut sih bercampur penasaran. Apa sih rasanya berenang bersama hiu? Tak sampai 10 menit kapal tiba di Pulau Menjangan Besar. Disitu ada dua kolam, satu berisi sekitar 10 sampai 15 hiu-hiu besar dan satu lagi kolam hiu yang lebih kecil. Kami pilih yang hiu besar dahulu atas nama rasa penasaran.Saya yang pertama kali "mengorbankan diri" di kolam hiu-hiu besar. Panjang hiu di sini sekitar 1,5 meter sampai 2 meter dan berwarna kehitaman. Agak ciut sih nyali saya ketika berenang dan mereka ikut berenang mengelilingiku. Tapi, lama-lama terbiasa kok. Ketika saya memegang kulitnya dan terasa sisik yang kasar seperti ampelas. Kemudian, Lisa dan Hally ikut berenang kecuali Roby yang katanya menyusul di kolam hiu kecil saja. Pengalaman hidup saya yang paling menakjubkan bisa berdansa tanpa dibatasi dengan predator laut di Karimun Jawa.Belum selesai rasa takut hilang, kami pun pindah ke kolam sebelah yang berisi hiu-hiu yang lebih kecil. Panjang hewan mamalia ini sekitar 1 meter dan berwarna abu-abu dengan bentuk kepala lebih pipih dibanding hiu-hiu besar sebelumnya. Lucunya mereka lebih takut didatangi kami yang berenang dan akhirnya kami mencoba mengumpan mereka dengan potongan daging ikan agar mendekat. Di dalam kolam hiu ini ada ikan lain yang berukuran sekitar 60 cm dan berwarna kuning. Justru dialah yang lebih agresif kadang berenang mendekat. Juga ada ikan berwarna putih yang kadang-kadang mematuk kaki, tidak sakit hanya kaget saja sih.Puas memacu rasa keberanian di kolam hiu kami naik dan dibelakang penangkaran ini ternyata ada penangkaran penyu yang disebut Tukik Penyu Sisik. Tidak boleh dipegang menurut yang punya agar hewan tersebut tetap sehat dan steril bebas dari tangan manusia. Hari masih siang dan kami semua lapar. Mas Aries akan membawa kami ke Pulau Cemara Kecil untuk berburu Jawil, Bulu Babi, dan BBQ ikan di pantai.Jangan bosan-bosan ya, ikuti terus cerita saya di Karimun Jawa ini ya! (btr)  (travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads