Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing

Taufik - detikTravel
Selasa, 06 Sep 2011 13:00 WIB
Kereta Peluru Tianjin Beijing
Tianjin Eye di Haihe (Sungai Hai)
Anciet Cultural Street
Restoran Muslim Di Tianjin
Bank of Tianjin
Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing
Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing
Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing
Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing
Naik Kereta Peluru Tianjin Beijing
Jakarta -

Menginap di TEDA (Tianjin Economic Develipment Area)

Kunjungan saya ke Tianjin dimulai dengan menginap tidak di pusat kota melainkan sekitar 60 km sebelah timur laut, yaitu di Binhai, atau juga disebut sebagai TEDA (Tianjin Economic Development Area). Lokasi TEDA sendiri lebih dekat ke pantai Teluk Bohai.

Light Rail yang Efisien


Kalau Jakarta masih sibuk dengan kemacetan lalu lintas maka selain jalan tol yang lebar dan mulus, sebuah jalur kereta api yang disebut BMT atau Binhai Mass Transit telah membentang menghubungkan TEDA dengan pusat Kota Tianjin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan membeli tiket sebesar 6 Yuan, dari stasiun Citizen Plaza atay Ren Min Guang Zhang kereta api lain yang dapat membawa kita ke stasiun terakhir di Zhong Zsan Men di pusat Kota Tianjin. Sayang sekali pembangunan Tianjin Metro belum seluruhnya selesai sehingga BMT ini belum tersambung dengan Tianjin Metro Line 1 yang sudah beroperasi.

Da Bei Temple: Tempat Tujun Wisata Bintang 4

Dari sini kita memulai perjalanan satu hari berkelana di kota yang dulunya disebut TienTsin ini. Dengan taksi kita sebenarnya ingin menuju Tianjin Great Mosque. Akan tetapi, karena keterbatasan bahasa kami diturunkan diΒ  satu tempat wisata utama, yaitu Da Bei Temple.

Setelah membayar tiket sebesar 10 Yuan kami pun menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menikmati Dabei Temple atau Great Compassion Temple ini. Cukup menarik karena di depan tempat ini terdapat rating tempat wisata. Dan, tempat ini mendapat bintang empat dari China National Tourist Atrraction QualityΒ  Evaluation Committee.

Sungai Hai yang Menawan

Setelah selesai menikmati Dabei Temple, dengan berjalan kakiΒ  dan bantuan peta Kota Tianjin yang didapat di hotel, kita tiba di tepi Sungai Hai (Hai He) yang membelah kota ini. Ketika sedang menyusuri sungai ini di kejauhan kelihatan sebuah Ferris Wheel atau semacam bianglala di Dunia Fantasi.

Bianglala ini dinamakan Tianjin Eye dan dibangun di atas jembatan Yongle dengan diameter 120 meter sehingga menjadi bianglala terbesar ke-4 di dunia.

Sungai ini sangat lebar dan bersih dan disebut juga Ibu Sungai di Tianjin. Di dekatnya terdapat Hai He Park yang merupakan taman hiburan yang ramai dikunjungi penduduk dan wisatawan. Selain itu, juga terdapat Hai He Fountain Amusement Park.

Menikmati Tianjin Tempo Dulu


Masih di sepanjang Sungai Hai, tepatnya di tepi barat sungai ini, terdapat sebuah jalan yang digunakan khusus untuk pejalan kaki dan menjadi tempat wisata andalan Kota Tianjin. Tempat ini disebut Tianjin Ancient Cultural Street.

Di sini selain banyaknya bangunan budaya yang dipertahankan keasliannya, juga banyak dijual cindera mata dan juga makanan khas Tianjin. Salah satunya yang menarik adalah sejenis kue putu yang berwarna-warni. Hanya dengan uang 5 Yuan kita dapat memilih lima warna dengan lima rasa yang berbeda.

Salah satu bangunan di jalan ini yang dindingnya terbuat dari bata berwana biru, banyak terdapat lukisan yang salah satunya menggambarkan cerita dari novel klasik Cina yang terkenal, yaitu Hung Lou Meng atau Impian di Pension Merah.

Mencari Masjid Lama Ketemunya Masjid Baru

Masih penasaran untuk menuju Tianjin Great Mosque, akhirnya dengan taksii kami kembali mencoba menuju kesana. Setelah menyeberangi salah satu jembatan akhirnya kami diturunkan di sebuah masjid, yang kali ini kelihatan berarsitektur Timur Tengah, tampak sangat megah, dan baru.

Ternyata ini adalah Masjid Hong Qiao yang memiliki dua menara dengan tinggi sekitar 60 meter. Berlantai tiga dengan dinding yang ditutupi oleh marmer warna coklat muda. Yang menarik dari masjid ini adalah adanya gambar tata cara sholat yang benar di dinding dekat tempat wudhu.

Tianjin Great Mosque yang Indah

Akhirnya setelah bertanya kepada salah seorang pengunjung di Hong Qiao Mosque od Tianjin, ternyata letak Tianjin Great Mosque hanya berjarak sekitar 500 meter dari sini. Dengan berjalan kaki dengan santai tidak sampai 10 menit masjid yang dibangun pada abad ke-17 ini pun sudah kelihatan.

Masjid ini merupakan masjid tertua di Tianjin dan dibangun di lahan seluas 5000 meter persegi. Di daerah sekitar masjid ini juga terdapat banyak restoran muslim. Di salah satu tempat yang mejual semacam roti, terdapat antrian yang cukup panjang sehingga kami pun tertarik untuk ikut membeli.

Selain itu juga banyak terdapat pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis sate. Pedagang ini kebanyakan berasal dari etnis Uyhgur dari propinsi Xinjiang dan menjual kebab dan sate dari kambing dan ayam yang dijual dengan harga yang cukup murah.

Dengan Kereta Peluru Menuju Beijing

Setelah seharian bertualang di Tianjing, keesokan harinya kami kembali ke Beijing dari Tianjin Zhan atau Stasiun Tianjin. Di tempat pembelian loket kereta peluru, kita cukup menyebutkan Beijing Nan Zhan atau Beijing South Raliway Statsiun dan tiket seharga 58 Yuan pun dapat kita miliki.

Kemudian dari stasiun yang sangat megah dan lebih mirip bandar udara, kereta peluru pun meluncur dengan kecepatan penuh mencapai 350 km per jam. Dalam waktu sekitar 30 menit kita sudah tiba di Beijing South Railway Station dan melanjutkan perjalanan di Kota Beijing.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads