Puncak Welirang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Puncak Welirang

- detikTravel
Rabu, 05 Okt 2011 13:14 WIB
Jakarta - Maret 2011, catatan perjalanan menuju pendakian Puncak Welirang dimulai dari terminal Bungurasih, Surabaya. Saat itu saya menumpang bus jurusan Surabaya-Malang yang kemudian turun di terminal Pandaan. Untuk menempuh jarak ini, saya hanya mengeluarkan biaya Rp5.000,00.Akan tetapi, bila mengalami situasi yang tidak diinginkan, misalnya kemalaman, Anda bisa menggunakan Bison Surabaya-Malang. Untuk menaiki kendaraan ini budget yang diperlukan hanya berbeda sedikit, yaitu Rp7.000,00-Rp10.000,00 dan turun di terminal Pandaan.Setelah tiba di terminal Pandaan tujuan selanjutnya adalah pos perizinan Pak Tompul. Untuk sampai di sana saya menggunakan angkot ke arah Tretes dengan tarif normal sekitar Rp7.000,00. Turun di Hotel Tanjung dan jalan kaki sedikit saya bisa tiba ditempat yang diinginkan. Anda juga bisa mencarter mobil atau ojek dengan bandrol Rp10.000,00-Rp15.000,00.Rute pendakian yang bisa dilewati adalah Pos Pak Tompul, Pet Bocor, Kopkopan, Pondokan, dan finish di Puncak Welirang. Mulai dari Pos Pak Tompul menuju Pet Bocor dapat ditempuh kurang lebih 20 menit. Di Pet Bocor terdapat sumber mata air di tambah tempat lapang. Kemudian dari Pet Bocor menuju Kopkopan kurang lebih sekitar 2 jam. Perjalanan dilanjutkan kembali ke Pondokan dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.Untuk sampai di Puncak Welirang Anda harus kembali menempuh perjalanan selama 4 jam. Jika beruntung Anda bisa bermalam di Pondokan tanpa membangun doom. Tapi, dengan catatan ada gubuk kosong dan diperbolehkan oleh pekerja di situ. Estimasi waktu tempuh di atas sangat subjektif, beberapa pendaki yang memang sudah terbiasa menempuh rute tersebut dengan waktu yang jauh lebih tepat.harus Anda waspadai ketika membuat camp di Kopkopan atau Pondokan, pengalaman dua kali ke sana, ada oknum (cuma satu orang) dengan suara parau tidak jelas yang suka meminta makanan (roti, mi, atau minuman) ke para pendaki. Hanya satu orang, lainnya sopan-sopan dan bisa disebut sangat bersahaja. Hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadi saya dua kali camp di dua lokasi tersebut. (travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads