Ketika Dewi Sri Singgah di Ladang Tembakau
Akhmad Zacky - detikTravel
Senin, 21 Nov 2011 10:07 WIB
Jakarta - Kabupaten Temanggung selama ini dikenal sebagai sentra produksi tembakau se-Jawa Tengah. Ladang tembakau hampir meliputi seluruh lahan pertanian di Temanggung. Mulai dari ladang yang berada di dekat pusat kota, hingga ladang yang ada di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.Tembakau biasanya ditanam saat musim kemarau atau sekitar bulan Maret hingga September. Karena tembakau membutuhkan kondisi tanah yang kering dan sinar yang cukup untuk menjemur daun tembakau yang telah dipanen.Ketika musim hujan datang maka ini adalah sebuah tanda bahwa musim tembakau pun harus berakhir. Ladang-ladang menjadi basah dan menjelma menjadi tempat Dewi Sri bernaung, yaitu tanaman padi.Pada musim hujan, suhu udara di Temanggung menjadi lebih hangat dan lebih nyaman bagi kita yang tak terbiasa dengan udara dingin. Selain itu akan sering muncul kabut yang membuat suasana sekitar menjadi "mistis".Ketika musim tanam padi dimulai maka lahan-lahan pun akan dipenuhi oleh air sebagai tempat ideal untuk penanaman padi, dan saat itulah momen spesial Anda bisa mendapat foto "refleksi" yang cantik dimana air di ladang akan memantulkan langit, gunung, dan pedesaan yang ada di atasnya.Berbeda ketika musim kemarau, musim kemarau menyajikan kepada anda pemandangan langit yang benar-benar biru dan sangat kontras serta cenderung "datar" tanpa ada hiasan gumpalan awan, kabut, dan uap air. Sedangkan di musim hujan, anda akan disuguhi pemandangan awan mendung, kapas putih melayang-layang, dan juga kabut yang akan membuat hasil foto anda akan lebih dramatis.Namun, ada yang perlu Anda ingat, ketika musim hujan waktu pengambilan foto anda sangatlah terbatas hanya ketika pagi hari. karena ketika menjelang siang hingga sore langit akan dipenuhi dengan awan tebal yang akan membuat foto anda terasa datar.Kabupaten Temanggung bisa Anda tempuh dengan jalur darat 10 jam dari DKI Jakarta dan dua jam dari Kota Semarang. Hal yang sama kurang lebih akan Anda dapatkan di kabupaten sebelahnya, yaitu Kabupaten Wonosobo, sayangnya saya belum sempat ke sana.Inilah yang saya suka dari hujan, ketika hujan turun maka kita tidak perlu khawatir karena kita tetap bisa makan beras tahun ini dan akan tetap ada air di sawah-sawah kita dan tanah-tanah kita.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong