Kemudian ada juga alat-alat berkebun masyarakat Nias, berbagai macam alat musik pada jaman tersebut, patung-patung masyarakat Nias. Pada umumnya semua peninggalan yang ada di museum ini adalah yang tersisa dari suku Nias di pedalaman Nias. Kemudian ada patung yang hanya menyisakan tangan dan kepala, ini adalah bentuk dari pemenggalan manusia. Masyarakat Nias pada jaman dahulu berburu kepala manusia, sebagai syarat untuk menjadi dewasa, peningkatan status sosial, dan atas permintaan raja atau kaum bangsawan. Dan biasanya kepala berserta lengan tidak terpotong dan harus menjadi satu, lalu bisa digantung di depan rumah atau sebagai alas jika ada raja atau kaum bangsawan yang meninggal agar jenasahnya tidak menyentuh permukaan bawah. Ada pula peti jenasah dan tempat duduk jenasah, karena pada jaman dahulu orang yang sudah meninggal didudukan diatas kursi kayu dan ditaruh diatas pohon agar tidak dimakan binatang, ketika sudah menjadi tenggorak dan tulang baru diturunkan dan dimakamkan.
Sangat banyak pernak-pernik dan latar belakang budaya Nias di tempat ini. Seperti alat musik, patung-patung yang mengandung banyak arti dan makna, ukiran, sejarah, kain tenun khas Nias, dan lain-lain. Dengan membayar Rp 2500,00 kita sudah bisa masuk ke museum yang kaya akan pengetahuan. Dan ada kotak donasi atau sumbangan perawatan dan pengembangan bangunan mengingat museum ini dikelola oleh swasta. Pengunjung juga dapat mengakses website Museum Pusaka Nias di www.museum-nias.org atau telepon (0639) 21920, 22286. (Calvin) (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat