Benteng Bukit Kursi, Hingga Masjid Berbahan Baku Dari Putih Telur, Siap Menyambut Di Pulau Penyengat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rivki|188|KEP. RIAU|12

Benteng Bukit Kursi, Hingga Masjid Berbahan Baku Dari Putih Telur, Siap Menyambut Di Pulau Penyengat

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 21 Jul 2011 10:00 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Jakarta -

Hari pertama di bulan Oktober 2010, ini adalah hari kelima-ku di Kep. Riau ini. Alarm, Keong Racun Darto berdering membangunkan ku pada pukul 6 pagi, gerimis dan embun menemani ku pada pagi hari di Pulau Lingga. Hari ini aku harus pergi ke Pulau Batam, untuk menuju tempat itu aku harus singgah dulu ke Tj. Pinang. Kami pun tiba di pelabuhan Pulau Lingga, kapal ferry telah menunggu kami.

Perjalanan lima jam pun telah kami tempuh untuk menuju Tj. Pinang, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, kami pun bergegas mencari makan Siang di sekitar Pelabuhan Tj. Pinang. Sambil menunggu makanan datang, kami melihat peta yang bertuliskan "Wisata Pulau Penyengat." Darto pun menganggukan kepala-nya sebagai tanda kita harus ke Pulau tersebut. "Berapa jam pak, untuk menuju Pulau Penyengat?" tanya Darto kepada pramusaji restoran. "Tak sampai 20 menit lah bang, kalau Abang mau kesana, nyebrang-nya tak jauh dari sini, sekitar 100 Meter lah," jawab sang pramusaji. Menurut sang pramusaji, Pulau penyengat memiliki beberapa objek wisata seperti, Benteng bersejarah, Masjid yang unik, air sumur keramat, dan makam para raja jaman kesultanan.

Kami pun langsung menuju tempat penyebrangan atau yang biasa disebut dengan Pelabuhan Rakyat. Dengan harga tiket 5 ribu kami sudah bisa mengunjungi pulau yang memiliki berbagai macam objek wisata tersebut. Begitu masuk Kapal kayu (orang Kepri biasa menyebutnya dengan Pompong), pandangan kami langsung menuju kursi depan. Ya, lagi-lagi gadis cantik berparas cantik dan dibaluti dengan pakaian khas Melayu, menjadi pusat perhatian kami. Sekejap aku pun, langsung menuju gadis tersebut. Namun langkah kuterhenti, setelah melihat pria berkumis duduk di sebelah bidadari Melayu itu. "Yah, ada bodyguard-nya," keluh ku dengan nada kecewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhir-nya kapal pun bersandar di Pelabuhan pulau yang berjarak 35 KM dari kota Tj. Pinang itu. Untuk mengit ari objek wisata di Pulau tersebut,kami cukup mengeluarkan kocek sebesar 40 ribu untuk menyewa sebuah becak motor selama satu jam.

Ekspedisi kami pun dimulai, Akses jalan yang baik, suasana yang rindang dan bersih membuat kesan pertama ku di pulau ini menjadi istimewa. Tujuan pertama kami adalah sebuah benteng yang berada di bukit Pulau Penyengat. "Ini nama-nya Benteng Bukit Kursi," ujar tukang becak yang menjadi pemandu kami. Di benteng ini terdapat meriam peninggalan kesultanan Riau pada tahun 1700-an, selain itu kita juga bisa menikmati indahnya pemandangan lautan dari atas Benteng Bukit Kursi.

"Ayo bang kita objek selanjut-nya," ujar si tukang becak kepada kami. "Kemana kita sekarang, pak?" tanya Darto, dan Sumur Tua keramat, menjadi tujuan kedua kami. sepanjang perjalanan dari Bukit Kursi menuju Sumur Tua, aku melihat banyak papan yang berisikan petuah-petuah nasihat seperti sebuah pantun. "Pak itu pantun yah?" tanya ku. "Ya mirip-miriplah, tapi itu adalah Gurindam," saut si tukang becak. Menurut dia, Gurindam adalah syair yang memiliki irama sama pada akhir bait, yang bertujuan untuk meningkatkan ahlak hidup seseorang.

Tak lama, kami pun tiba di Sumur Tua yang letaknya berada persis di lantai bawah balai Giri Indah. Seorang penjaga sumur pun langsung mengantar kami ke lokasi tersebut. "Sumur ini adalah, asal muasal nama Pulau Penyengat," kata sang petugas. Ia pun bercerita, pada masa lampau, ada orang Portugis yang datang ke pulau ini dan berkehendak mencari air. Dan akhirnya orang Portugis pun menemukan sumur ini, namun setelah mengambil air, orang Portugis itu diserbu oleh sengatan kumpulan Lebah. "Makanya ini dinamakan Pulau Penyengat," sambung si Petugas itu sembari menawarkan air sumur itu untuk di minum. Air sumur ini juga dipercaya oleh warga setempat, sebagai air kramat, karena bila kita minum atau berwudhu dengan air ini, niscaya permintaan kita akan terpenuhi.

Sembari menuju objek wisata, aku pun sempat memperbincangkan gadis di pompong tadi. "Cewek yang di pompong tadi cantik yah? dilihat dari muka-nya kayaknya dia cewek yang soleha," ucapku kepada Darto. Namun aku terkejut, karena Darto menjawab bagaikan orang Melayu yang sudah fasih menguasai Gurindam. "Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai..." jawab Darto dengan logat sok Melayu.

Aku pun tak percaya, kalau Darto bisa mempeljari Gurindam secepat itu. Namun kami sudah sampai di Objek Wisata Masjid Sultan Riau, sehingga aku lebih baik menikmati keindahan masjid tersebut, ketimbang penasaran dengan Gurindam-nya si Darto.

"Ini masjid peninggalan kesultanan juga yah bang?" tanyaku kepada si tukang becak. dan Iya pun menganggukan kepala-nya, "Konon mesjid yang dibangun pada tahun 1800-an, ini dibangun dengan bahan dari sisa putih telur, untuk dijadikan perekat dan pewarna tembok," terang sang tukang Becak sambil mengajakku untuk masuk ke Masjid itu. Aku pun ingin megabadikan sebuah gambar di dalam ruangan Masjid yang unik itu, akan tetapi rambu dilarang berfoto, terpampang jelas di ruangan Masjid sehingga aku pun mengurungkan niat untuk mengambil gambar.

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, petanda aku harus mengakhiri wisata di Pulau "Gurindam" ini karena harus menuju Pulau Batam. Namun rasa penasaranku tentang Gurindam-nya si Darto masih berkutat di pikiranku. "Dar, kok kamu bisa mempelajari Gurindam secepat itu?" tanyaku. "Ya iyalah, Darto gitu loh," ucap Darto dengan nada sombong. Tapi penasaranku terbayar, ketikamelihat toko cinderamata yang menjual aksesoris khas Pulau Penyegat, seperti gelang, gantungan kunci dari dari kerang hingga buku-buku dengan tema Gurindam, pada saat jalan menuju pelabuhan.

Dan aku pun beranggapan kalau Darto membeli buku tentang Gurindam yang di jual di toko cenderamata itu.

(travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads