PIM, Trend Baru Pergaulan Anak Muda Bau-Bau

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tata Sumirat|49084|SULTRA|35

PIM, Trend Baru Pergaulan Anak Muda Bau-Bau

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Rabu, 27 Jul 2011 10:00 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Kapal Alam Puncak Indah Mardadi (PIM)
PIM, Trend Baru Pergaulan Anak Muda Bau-Bau
Jakarta -

Meskipun tidak semewah Pondak Indah Mall yang ada di Jakarta, Puncak Indah Mardadi (PIM) di Kecamatan Lea-Lea Kota Bau-Bau memiliki daya tarik yang kuat terhadap anak muda di Pulau Buton dan seklitarnya. Mulai dibangun sejak 2006, Puncak yang terbentuk dari karang alami ini perlahan tapi pasti mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar, dan rata-rata tak kurang dari 100 orang mengunjungi tempat yang selain menyewakan gazebo dan pondok ini juga menjual makanan dan minuman. "Tarif sewa untuk gazebo sebesar Rp.15.000/jam, sedangkan untuk sewa pondok dikenakan tarif yang berkisar antara Rp.60.000 s.d. Rp.250.000/per hari", ujar Bapak Achmad Mardadi sang pemilik PIM.

Bapak pensiunan Pengadilan Negeri Bau-Bau tersebut mendapatkan tanah ini dari orang tuanya secara turun temurun. Sedangkan nama Mardadi sebetulnya diambil dari nama daerah keramat yang berada tak jauh dari Puncak dan kebetulan sama dengan nama kecilnya. Dari kejauhan, PIM ini terlihat seperti sebuah kapal dengan buritan kapal yang menghadap ke arah timur sehingga bagian depan dilengkapi dengan beberapa kanopi tempat anak muda bercengkerama sambil menikmati matahari terbenam.

Pemasaran PIM ini belum dilakukan secara massal, tapi telah mendatangkan pengunjung dari luar negeri yang mengetahui tempat ini dari beberapa mahasiswa yang berkunjung dan membagikan pengalamannya melalui internet. Pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp.2.000 setiap mengunjungi puncak yang memiliki panjang 200 meter dan lebar 60 meter ini. PIM pun dipercantik dengan aksesoris jangkar raksasa yang digantung di bagian depan sehingga memperkuat citra tempat ini sebagai puncak karang alami yang menyerupai sebuah kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal 2010, tempat mulai ini mendapat perhatian dari instansi di bidang pariwisata mulai dari Pemerinta Kota hingga Pemerintah Pusat untuk mendukung Bapak Achmad dalam mengembangkan kawasan ini. Tak kurang dari 6 bank menawarkan kredit kepadanya, namun bapak 4 anak ini menolak dengan alasan masih bisa menggunakan dana swadaya dengan prinsip perlahan tapi pasti. "Harapan saya ke depan atas PIM ini adalah membuat kawasan terpadu yang terdiri restoran, ruang rapat, gazebo, dan pondok sewaan dengan nuansa alami yang memenuhi seluruh permukaan Puncak. Selain itu, saya berobsesi untuk menjadi wiraswasta pertama yang di Bau-Bau mengelola kawasan wisata seperti halnya para pengusaha di Jakarta dan Makasar", tutup Bapak Achmad Mardadi.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads