Pekanbaru, 27 September 2010. Pukul 08.25, kami mendarat di pekanbaru di bandara sultan syarif Kasim 2. Di sana, saya dan Putri berdua bertemu dengan salah satu petualang, Yunaidi. Terus terang ini pertama kali kami berkunjung ke daerah riau. Lalu kami juga bertemu dengan tour guide kami, pak Dedy yang terlihat beberapa kali berbicara dengan bahasa yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat Riau, yaitu bahasa minang, kampar, ocu, atau melayu. Kami juga ditemani oleh Pak joni, supir rental yang kami sewa untuk mengantar kami.
Tujuan pertama kami, seperti yang tertulis di daftar perjalanan, kami akan mengunjungi museum negeri riau. Namun, sebelum memulai perjalanan, kami check-in terlebih dahulu di hotel Labersa. Selama perjalanan, kami sering membicarakan hal-hal tentang riau, tentang masyarakat, transportasi, dll untuk mendapatkan lebih mengenal tentang Riau. Hal ini dikarenakan kami berdua akan menjelajah Riau. Oleh karena itu, kami harus tahu tentang Riau terlebih dahulu.
Museum merupakan titik awal untuk mengetahui Riau lebih baik. Kenapa? Hal ini dikarenakan museum menyimpan peninggalan dan warisan budaya yang bersejarah tentang suatu daerah atau peristiwa. Jadi, kenapa pertama kali kita diajak ke museum ini antara lain agar kami, para petualang dibekali informasi yang cukup tentang Riau dan masa lalunya.
Museum negeri Riau ini sudah berubah nama menjadi Museum Daerah Sang Nila Utama. Museum ini merupakan museum yang paling lengkap yang menyajikan informasi tentang Riau dan budayanya. Setelah kami masuk, museum tampak sepi pengunjung. Padahal, museum yang dibuka untuk umum ini tidak membebankan biaya sepeser pun untuk dapat masuk ke dalamnya. Hal ini dimungkinkan karena kami datang pada hari kerja. Namun, yang pasti, di sana kami mendapatkan informasi yang sangat lengkap tentang Riau. Informasi kebanyakan disajikan dalam bentuk replika dan miniaturnya. Informasi yang tersedia juga sangat beragam, mulai dari kerajinan keramik, miniatur rumah, maket, foto gubernur, alat kesenian, dan lainnya seperti informasi mengenai teknologi perminyakan.SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum ini terletak di jalan Jenderal Sudirman, No. 194 Tangkerang Pekanbaru, 28282 dan buka senin - Jumat, 08.00 WIB - 16.30 WIB. Untuk hari Jumat, museum buka 08 - 11.30 dan 14.00 - 16.30 WIB. Walaupun museum buka setiap hari, yang perlu diperhatikan juga adalah museum ini tutup setiap Hari Besar Nasional. Museum ini diresmikan 9 Juli 1994 oleh Dirjen Kebudayaan Prof. Dr. Edy Sedyawati.
Jika anda mempunyai waktu yang terbatas untuk menjelajah Riau, namun ingin tahu segala hal tentang Riau, Museum Daerah Sang Nila Utama merupakan tempat yang perlu dimasukkan dalam daftar anda.
Β












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai