Cantiknya Kota Menara Istanbul, Turki
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cantiknya Kota Menara Istanbul, Turki

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Senin, 01 Agu 2011 15:40 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
ugc
Cantiknya Kota Menara Istanbul, Turki
Jakarta -
Istanbul merupakan pusat budaya, keuangan dan kota yang paling padat penduduknya di Turki. Bahkan, Istanbul disebut-sebut sebagai kota terbesar di Eropa dengan populasi minimal 12 juta penduduk. 

Istanbul terletak di barat laut Turki di daerah Marmara. Bosphorus, yang menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam, membagi kota ini. Kota ini selanjutnya dibagi oleh Golden Horn, sebuah pelabuhan alami. Lebih jauh ke masa lalu kota ini juga pernah dikenal sebagai Bizantium atau Byzantion.

Seperti Roma, Istanbul juga disebut 'Kota Tujuh Bukit' karena bagian tertua kota ini seharusnya dibangun di atas tujuh bukit, yang masing-masing memiliki sebuah masjid bersejarah. Dalam sejarah, Istanbul pernah menjadi ibukota Kekaisaran Romawi, Kekasisaran Romawi Timur (Bizantium), Kekaisaran Latin dan Kekaisaran Ottoman yang semuanya menambahkan 'rasa' yang berbeda untuk kota ini. Dan itu semua tercermin dalam arsitektur dan warisan yang bisa dilihat di Istanbul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari Arab News, Jumat (29/7/2011), mayoritas penduduk di sini memeluk agama Islam. Sedang agama Kristen dan Yahudi menjadi minoritas di sini. Ada lebih dari 2.200 masjid yang aktif, 123 gereja yang aktif dan 26 sinagog yang aktif.

Istanbul juga biasa disebut sebagai Kota Menara karena memiliki sejumlah besar masjid, yang masing-masing setidaknya memiliki empat menara. Salah satu masjid tertua dan terbesar di Istanbul adalah Sultan Ahmed. Masjid itu juga dikenal sebagai Masjid Biru karena ubin biru yang menghiasi dinding interiornya.

Masjid Biru, yang memiliki enam menara, dibangun antara tahun 1609 dan 1616. Dan seperti masjid lain pada waktu itu, Masjid Biru digunakan sebagai sekolah Islam dan masjid untuk berdoa.

Sementara itu, di kota yang sama terdapat Grand Bazaar yang merupakan salah satu pasar tertutup, terbesar dan tertua di dunia. Dengan lebih dari 4.400 toko di 64 jalan dan 22 gerbang ini berhasil menarik pengunjung antara 250.000 hingga 500.000 orang setiap harinya.

Para penjual di sana menawarkan beberapa produk lokal mulai dari pakaian, aksesoris, lentera, barang kulit, aksesoris rumah, tembikar, rempah-rempah, karpet sutra dan perhiasan. Grand Bazaar sendiri tampak bagai labirin pada pandangan pertama, tapi tidak. Ada Jalan Perhiasan, Jalan Karpet dan sebagainya.

"Grand Bazaar pastilah salah satu tempat yang harus dilihat di Istanbul," kata seorang pemandu wisata Turki, Abdulkader. "Ketika Anda sedang berjalan di jalan-jalan di Bazaar, beberapa pemilik toko mungkin akan mendekati Anda dan mengajak Anda untuk melihat koleksi mereka. Ketika Anda berjalan ke toko mereka, Anda akan ditawarkan kopi, teh atau minuman ringan tanpa komitmen dari membeli sesuatu. Para penjaga toko akan menyambut Anda dengan senyum hangat."

Sang penakluk, Sultan Mehmed, membangun Bazaar antara tahun 1455 dan 1461. Bazaar ini kemudian diperbesar pada abad ke-16 selama supremasi Sultan Suleiman. Dan, pada tahun 1894 mengalami restorasi besar setelah gempa bumi melanda negeri tersebut.

Istanbul dikenal karena sejarah dan budaya yang terlekang selama 400 tahun lamanya. Salah satu istana yang tak kalah indah di Istanbul adalah Istana Topkapi. Ini adalah kediaman resmi di kota para sultan Turki Utsmani. Istana Topkapi juga menjadi daerah bersejarah Istanbul yang menjadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1985.

Istana kebanyakan digunakan sebagai tempat untuk acara kerajaan dan acara hiburan Tak lupa menjadi daya tarik wisatawan. Ada juga sebuah museum yang berisi peninggalan paling suci dari dunia Muslim, seperti jubah Nabi Muhammad dan pedang. Di dalamnya juga berisi koleksi besar barang pecah belah, senjata, perisai, baju, miniatur Ottoman, naskah kaligrafi Islam dan mural, serta tampilan harta dan perhiasan milik para raja.

Sepanjang dinding terdapat tiga pintu gerbang utama, yaitu Gerbang Otluk, Demir Gate dan Pintu Gerbang Imperial (Bab-i Humayun). Istana tersebut juga memiliki empat halaman besar dan semuanya mengarah ke satu sama lain.

Ada juga budaya lain yang dikenal sebagai 'Hamam' atau bak mandi Turki. Metode pembersihan tubuh dan relaksasi ini dimulai saat periode Ottoman.

"Pertama, Anda akan dibawa ke sebuah ruangan yang dikenal sebagai ruang hangat untuk bersantai di sana," jelas Abdulkader. "Ruangan ini dipanaskan oleh aliran panas secara terus-menerus, udara kering memungkinkan Anda untuk berkeringat bebas dan persis seperti sauna. Kemudian, Anda akan dipindah ke ruangan panas di mana Anda akan digosok menggunakan sabun khusus. Anda kemudian akan disiram dengan air dingin untuk pembersihan terakhir sebelum berpakaian dengan kain khusus. Setelah proses ini satu jam, Anda akan menerima pijat tubuh penuh dan santai di ruang pendingin. " terangnya. Hmmm, jadi ingin.

(feb/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads