'Cepat..cepat !! Mundur..mundur..mundur'!!!
Itulah kata-kata terakhir yang terus terngiang di telinga saya sebelum akhirnya saya jatuh terbenam dengan sempurna sebatas paha dan terjepit di akar-akar pohon yang berada di rawa-rawa. Suara mendesak dari guide saya, Edy, dan makhluk besar yang berada dibelakangnya telah membuyarkan pikiran saya. Dalam sekejap, otak saya berhenti bekerja. Samar-samar saya hanya mengingat kelebatan teman seperjalanan saya, Yuga yang berlari cepat dan juga tercebur ke rawa-rawa. Tak dapat berfikir sama sekali, saat itu saya hanya dapat berdoa semoga saya bisa keluar selamat dari tempat ini.
Sebagian dari anda pasti pernah melihat film 'Jurassic Park' buatan Hollywood. Pengalaman seru bertemu makhluk jutaan tahun lalu, dan tantangan-tantangan yang dilalui. Nah, itu dia yang saya alami. Memang bukan bertemu makhluk yang sudah punah jutaan tahun yang lalu, tapi pengalamannya hampir sama, yaitu dikejar orangutan!
Jumat,15 Oktober 2010, merupakan hari ke-2 kami di Taman Nasional Tanjung Puting setelah pada hari sebelumnya kami melihat pemberian makan orangutan. Tak cukup melihat orangutan pada hari pertama, pagi itu saya, teman seperjalanan Yuga, guide kami, Edy, serta pendamping kami, Gary, memutuskan untuk melalui jalur treking yg ada di sekitar Camp Lakey untuk mempelajari hutan lebih dalam, dan masih berharap dapat bertemu orangutan dalam perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sadar, setelah dengan cepat mengoper roti yang saya bawa, kepada guide kami untuk dilempar kepada Unyuk, saya tercebur dan terjepit akar di rawa-rawa. Beruntung guide kami dengan cekatan langsung menarik saya keatas. Dengan kondisi kaki kiri bagian tulang kering sakit dan celana penuh lumpur sebatas paha,saya berusaha terus berjalan cepat. Kami tidak boleh berlari saat berhadapan dengan orangutan, karena dapat membuat mereka lebih agresif.
Mencoba tidak merasakan sakit pada kaki, kami terus berjalan menembus hutan, melompati dan menundukkan kepala saat ada pohon-pohon yang menghalangi. Detak cepat jantung serta suara nafas saya yang memburu bisa terdengar dengan jelas. Sekitar 30 menit berjalan cepat mengambil jalur berbeda dari jalur awal yang kami lalui dengan rawa-rawa yang lebih sukar dilalui. Kami memang harus memutar jauh untuk menghindari Unyuk.
Kelebatan-kelebatan kejadian yang baru saja terjadi mulai timbul dalam ingatan saya. Tawa lepas pun mulai keluar dari mulut saya, terus menerus, membuat Yuga dan Gary ikut terbahak. Selama beberapa menit, kami terbahak melihat kondisi kami yang penuh lumpur. Namun guide kami, Edy, tetap terdiam dan mengamati pepohonan, akhirnya ia menyuruh kami berhenti tertawa dengan cepat. Setelah sekitar 20 menit lagi melanjutkan perjalanan, akhirnya kami tiba di jalur biasa yang menurut Edy sudah aman. Saat itu barulah tawa Edy ikut lepas. Ia menjelaskan, jalur tadi belum aman karena jarak kami masih terlalu dekat dengan Unyuk, dan bisa saja ia lompat dari satu pohon ke pohon lain untuk mengejar kami.
Orangutan sebenarnya tidak berbahaya jika mereka tidak merasa terancam. Namun khusus orangutan di Camp Lakey, kita harus lebih waspada,menjaga jarak,dan jangan bertindak yang mengagetkan, karena mereka terbiasa bersosialisasi dengan manusia, sehingga sudah tidak takut lagi akan keberadaan kita.
Penuh lumpur, nafas habis, akhirnya kami sampai di pusat informasi yang sudah aman. Sambil membuka sepatu yang penuh lumpur,saya menemukan pacet menempel di kaki. Sang guide Edy dengan cekatan langsung menyemprot lotion anti nyamuk ke kaki saya. Sang pacet-pun terlepas dan meninggalkan bekas darah yang terus menerus keluar di kaki saya.
Saat mentari telah balik ke peraduannya, kami kembali ke kelotok, melanjutkan perjalanan untuk menginap di pinggiran sungai dan menghabiskan malam untuk melihat kunang-kunang. Dalam perjalanan, ada lagi tantangan yang kami hadapi. Pohon besar telah tumbang dan menghalangi laju kelotok. Akhirnya para kru dengan sigap memotong pohon tersebut dengan parang yang selalu mereka bawa untuk berjaga-jaga pada keadaan seperti ini.
Sungguh hari yang mendebarkan dan penuh dengan petualangan, menghabiskan waktu di taman 'Jurasic Park' Indonesia. Taman keajaiban, Taman Nasional Tanjung Puting.












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura