Sorake, 07 Oktober 2010
Apakah anda masih menyimpan uang pecahan yang ada orang lompat batu? hari ini kamis, 07 Oktober 2010, kami tim ACI Sumut 2 berkesempatan bertemu dengan orang yang ada di ikon tersebut tepatnya di desa Bawomataluo bernama Tafol Nehe, beliau menceretakan sedikit sejarah lompat batu.
Dahulu, sebelum ikut dalam perang, anak muda Nias harus bisa melompat melewati batu yang sengaja dibangun ditengah desa mereka. Berhubung desa - desa yang akan didatangi memasang benteng tinggi - tinggi, maka dari itu orang yang bisa melompat dari batulah yang akan diikut sertakan dalam berperang. Selama ini muncul rumor kalau lompat batu itu menggunakan mejik atau kesaktian, sebenarnya tidak! mereka yang bisa melompat dari batu itu karena mereka sering latihan dan karena terbiasa, mereka melompat tanpa menggunakan ilmu kesaktian.
Setelah bertandang ke rumah adat besar dan bertemu ketua adat, kamipun melihat atraksi lompat batu itu sendiri. Seperti olah raga pada umumnya , orang yang akan melompat melakukan pemanasan terlebih dahulu, dan ketika semua sudah siap dengan kameranya masing - masing maka dia pun segera melompat, kali ini yang melompat merupakan keponakan dari Tafol Nehe, kebetulan dikeluarga ini sudah turun temurun melakukan lompat batu. Bahkan sewaktu muda Tafol Nehe ini sempat bertandang ke Jepang, Belanda dan Jerman untuk melakukan atraksi lompat batu. Kadang kalau ada acara kesenian di taman mini Indonesia indah, bapak inilah yang mengisi acara sewaktu masih muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dibilang Tafol Nehe, "kebudayaan itu harus dijaga dan dilestarikan karena merupakan warisan budaya bangsa bahkan mungkin dunia. Sebagai bentuk penghargaan kepada nenek moyang kita" [Ida] (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal