Ternyata disana terdapat sebuah penginapan bernama Menjangan Resort, yang Rate pper malam nya Rp. 400.000,- tanpa AC. Bila menginap di sini, tamu mendapatkan fasilitas berupa keliling Pulau Menjangan Besar dan Snorkling gratis. Di dekat Pulau Menjangan Besar ini terdapat Taman Nasional, tapi sayang kapal kami tidak dapat kesana, selain sudah sore juga karena ada gundukan pasir putih yang bisa membuat kapal kami kandas.
Kami harus pulang karena senja menjelang. Sayang sekali padahal saya masih ingin melakukan snorkling. Entah mengapa setelah menikmati taman bawah laut di sekitaran Pulau menjanagan kecil, saya langsung mencintai aktivitas air ini. βNanti saya berenang ke wisma apungβ sampai saya bicara seperti itu karena belum puas dengan aktivitas yang sangat menyenangkan ini.
Perlahan kapal kami meninggalkan Pulau Menjangan Besar. Menunuju ke Wisma Apung, kami mengarungi laut yang tenang sore itu. Matahari yang mendekati permukaan laut di ujung barat menjaadi pemandangan indah sepanjang perjalanan kami pulang. Cahaya nya yang keemasan memantul ke permukaan laut dan memancarkan ketenangan. Diantara gemuruh suara motor yang menggerakkan kapal kami kembali ke Wisma Apung, kami merasakan suasana yang begitu tenang dan damai mengiringi kami.
Sunset memang indah, apalagi bila dinikmati secara khidmat dari atas kapal yang tengah melaju. Tak bosan aku memandangi matahari yang terus tenggelam di hamparan samudera luas. βMas Nur, Ayo Katanya mau berenangβ beberapa kali Danil menagih ucapanku. βByuh, masih jauh yaβ sambil aku memandang ke Wisama Apung.
Di Sekitaran Wisma Apung juga terdapat Terumbu Karang. Meski tak seindah Terumbu Karang di Pulau Menjangan Kecil, tapi itu adalah alasan saya untuk berenang ke Wisma Apung. Sekitar 100 meter dari Wisma Apung saya bersiap dengan segala Peralatan Snorkling saya. Sang pemula kinni bersiap di tepian kapal, melihat saya sudah siap dengan segala peralatan namun tidak juga terjun, kemudian Danil dan Pendi mendorong saya. Alat Snorkling saya terisi air, meski sudah mengenakan pelampung saya merasa panic karena tidak bisa bernapas. Saya langsung berenang mendekati Wisma Apung dan mendarat dengan napas tergopoh. Menikmati terumbu Karang di sekitar wisma Apung pun urung dilaksanakan. Tapi ini tidak membuat saya jera bersnorkling. Petualangan Laut akan di lanjutkan esok.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong