Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nursaleh|13418|JATENG & KEP. KARIMUN JAWA|46

Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 01 Apr 2011 11:40 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Pulau Menjangan Besar
Dermaga Pulau Menjanga Besar
Sore di Menjangan Besar
Memandang Langit
Sunset di Karimun Jawa
Berenang ke Wisma Apung
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Pengalaman Pertama, Jatuh Cinta di Karimun Jawa
Jakarta - Karimun Jawa memang begitu indah. Usai mengeksplorasi keindahan taman bawah laut di sekitar Pulau Menjangan Kecil, kami kemudian beralih ke Pulau Menjangan Besar yang hanya kami tempuh beberapa menit dari Pulau Menjangan Kecil. Disana kami berlabuh disebuah demaga kecil, kemudian meniti jembatan kayu sepanjang sekitar 80 meter untuk menginjakkan kaki di Pulau Menjangan Besar.

Ternyata disana terdapat sebuah penginapan bernama Menjangan Resort, yang Rate pper malam nya Rp. 400.000,- tanpa AC. Bila menginap di sini, tamu mendapatkan fasilitas berupa keliling Pulau Menjangan Besar dan Snorkling gratis. Di dekat Pulau Menjangan Besar ini terdapat Taman Nasional, tapi sayang kapal kami tidak dapat kesana, selain sudah sore juga karena ada gundukan pasir putih yang bisa membuat kapal kami kandas.

Kami harus pulang karena senja menjelang. Sayang sekali padahal saya masih ingin melakukan snorkling. Entah mengapa setelah menikmati taman bawah laut di sekitaran Pulau menjanagan kecil, saya langsung mencintai aktivitas air ini. β€œNanti saya berenang ke wisma apung” sampai saya bicara seperti itu karena belum puas dengan aktivitas yang sangat menyenangkan ini.

Perlahan kapal kami meninggalkan Pulau Menjangan Besar. Menunuju ke Wisma Apung, kami mengarungi laut yang tenang sore itu. Matahari yang mendekati permukaan laut di ujung barat menjaadi pemandangan indah sepanjang perjalanan kami pulang. Cahaya nya yang keemasan memantul ke permukaan laut dan memancarkan ketenangan. Diantara gemuruh suara motor yang menggerakkan kapal kami kembali ke Wisma Apung, kami merasakan suasana yang begitu tenang dan damai mengiringi kami.

Sunset memang indah, apalagi bila dinikmati secara khidmat dari atas kapal yang tengah melaju. Tak bosan aku memandangi matahari yang terus tenggelam di hamparan samudera luas. β€œMas Nur, Ayo Katanya mau berenang” beberapa kali Danil menagih ucapanku. β€œByuh, masih jauh ya” sambil aku memandang ke Wisama Apung.

Di Sekitaran Wisma Apung juga terdapat Terumbu Karang. Meski tak seindah Terumbu Karang di Pulau Menjangan Kecil, tapi itu adalah alasan saya untuk berenang ke Wisma Apung. Sekitar 100 meter dari Wisma Apung saya bersiap dengan segala Peralatan Snorkling saya. Sang pemula kinni bersiap di tepian kapal, melihat saya sudah siap dengan segala peralatan namun tidak juga terjun, kemudian Danil dan Pendi mendorong saya. Alat Snorkling saya terisi air, meski sudah mengenakan pelampung saya merasa panic karena tidak bisa bernapas. Saya langsung berenang mendekati Wisma Apung dan mendarat dengan napas tergopoh. Menikmati terumbu Karang di sekitar wisma Apung pun urung dilaksanakan. Tapi ini tidak membuat saya jera bersnorkling. Petualangan Laut akan di lanjutkan esok.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads