Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Agus Lahinta|47774|NTT 2|30

Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 07 Apr 2011 11:00 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Kampung Tradisonal Takpala
Tangga menuju tingkat II di Lopo Kampung Tradisonal Takpala
Tempat memasak di Lantai II menyatu dengan tempat tidur
Mesbah, tempat upacara adat di Takpala
Lopo yang berjejer
Tempat Upacara
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Alor
Jakarta -

Setelah beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi Perkampungan Suku Boti di Soe, Timor Tengah Selatan, kali ini kami mengunjungi Kampung Tradisional Takpala di Kabupaten Alor. Dengan menempuh perjalanan selama 45 menit dengan pesawat dari Kupang kami tiba di Pulau Alor. Kampung Tradisional Takpala yang berada di sebelah utara Pulau Alor tepatnya di Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara.

Kampung Tradisonal Takpala ini didiami oleh Suku Abui yang terdiri dari 15 Kepala Keluarga atau sekitar 70 orang penduduk. Suku Abui di perkampungan ini terbagi atas tiga suku yaitu Suku Marang, Suku Kapitang dan Suku Aweni.

Potret suku yang bermukin di Kampung Takpala ini kesehariannya berkebun dan membuat kerajinan-kerajinan tradisonal. Hasil dari berkebun selain dikonsumsi sehari-hari juga dijual di pasar. Masyarakat kampung ini rata-rata tinggal di rumah tradisional yang dinamakan Fala Foka atau Rumah Gudang yang besar. Fala Foka ini memiliki keunikan karena bentuknya mirip Lopo yang biasa kita jumpai di Pulau Timor, namun karena bentuknya sangat besar, rumah ini mempunyai 4 tingkatan yang digunakan untuk empat keperluang penghuninya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tingkatan pertama setelah kita menaiki tangga digunakan untuk menerima tamu atau juga untuk bersantai. Pada tingkat dua digunakan sebagai tempat untuk memasak, tempat makan dan tempat tidur. Sedangkan pada tingkat tiga dan empat digunakan sebagai gudang penyimpanan barang, makin tinggi tingkatannya makin berharga barang yang disimpan didalamnya.

Suku Abui yang tinggal di Kampung Takpala ini juga mempunyai upacara adat yang biasanya diselenggarakan pada tiap bulan Juli. Upacara Tifoital atau upacara memohon berkat sebelum masuk hutan atau berburu ini biasanya diselenggarakan di Mesbah (Tempat Upacara Adat) yang mempersembahkan Kambing atau hewan lainnya untuk disembelih dan darahnya diletakkan di atas Mesbah. Upacara ini biasanya dipimpin langsung oleh Kepala Suku.

Dalam kesehariannya Masyarakat yang mendiami Kampung Takpala ini sangat terbuka dengan masyarakat yang mendatangi kediaman mereka. Rasa bersahabat juga ditunjukan oleh mereka. Berbeda dengan suku Boti, masyarakat Takpala telah memeluk Agama yaitu Agama Kristen.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads