Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tuti Widiastuti|1651|NTT 2|30

Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 29 Apr 2011 10:55 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Proses untuk membuat Tenun Ikan Suku Boti
proses kapas yang dikumpulkan
pemisahan kapas dari biji kapas dengan proses penggilingan
kapas dikibas kibas agar halus
setelah dihaluskan, kapas diggulung
Tali siap untuk dipakai bertenun
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Keunikan Tersendiri yang di Dapat Pada Kain Mau dan Tias
Jakarta - Tenun Ikat sebagai salah satu pengrajin para wanita suku Boti. Kegiatan sehari hari suku Boti dapat dilihat setiap harinya para perempuan dan remaja Boti bahkan anak anak kecilpun mereka sudah tekun membatu untuk membuat kain tenun. Bahan/Benang yang diggunakan untuk membuat kain tenun semua dapat diperoleh di perkebonan/pohon pohon di dalam  Desa Boti .

 

Perbedaan nama untuk sebutan kain wanita dan laki laki. Kain tenunan buat wanita biasa disebut dengan ‘Tias’ dan kain buat pria disebut dengan ‘Mau’, bisa di bedakan dari corak pada kain dan cara penggunaanya/memakainya pun berbeda.

 

Proses awal pembuatan bahan/kain Boti adalah dengan proses pemetikan kapas yang sudah tua dan siap dipetik dari pohon kapas yang didapat dalam desa Boti, kemudian kapas di petik dan dikumpulkan, setelah terkumpul maka proses berikutnya adalah melakukan pemisahan biji kapas dari kumpulan kapas dengan cara diputar/digiling dalam alat yang dibuat khusus dari kayu. Setelah itu akan diproses penghalusan kapas dengan sebuah alat yang berbentuk seperti busur panah dimana kapas dikibas kibas agar diji kapas dipisahkan dimana kemudian akan terkumpul tersendiri kapas halus dan hasilnya akan dipisahkan.  Kemudian kapas kapas yang sudah terkumpul akan diproses dengan cara pelan2 digulung yang akhirnya akan terlihat seperti gulungan benang yang diproses dengan cara pemintalan benang dengan memakai alat yang disebut Sutil (puter). Dengan gulungan yang berbentuk rol, maka benang tersebut sudah siap untuk dilakukan penenunan. 

 

Proses berikutnya adalah memberikan berbagai warna pada gulungan benang. Suku Boti akan mewarnai benang dengan menggunakan bahan2 dasar alami yang didapat di prkebunan desa Boti.  Untuk warna kuning dapat dibuat dengan bahan kunyit  dan bisa juga dengan bahan akar mengkudu (pace). Untuk warna Hitam dapat dibuat dengan daun Nila (hitam). Untuk mendapatkan warna merah, dapat didapat dengan campuran daun kunyit dicampur dengan  daun nila. Benang direndam dengan bahan tersebut diatas, lalu dijemur dan diggulungkan kembali.

 

Setelah proses mewarnai pada benang2 tersebut dan siap untuk diggunaka/dilakukan proses tenun yang dilakukan oleh  wanita dewasa. Untuk melalukan proses bertenun mereka menggunakan alat tenun kusus. Proses pembuatan kain tenun memakan waktu kurang lebih 3 bulan.

 

Hasil tenunan ini akan diggunakan untuk acara adat, pakaian suku Boti. Mereka mempunyai suatu rumah kusus untuk para tamu yang berkunjung ke desa Boti, di rumah tersebut sebagian dari hasil tenunan terlihat di suatu sudut  tertata rapih agar dapat dilihat oleh pengunjung. Di sisi sudut lain akan terlihat beberapa hasil karya warga Boti yang dapat dibeli sebagai souvenir buat para pengunjung.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads