Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gilang Adhipratama|4994|SULUT & MALUT|49

Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate

Gilang Adhipratama - detikTravel
Senin, 21 Feb 2011 11:26 WIB
loading...
Gilang Adhipratama
Kadaton Ternate
Sambutan abdi dalem di pendopo
Ruangan dimana terdapat berbagai koleksi peninggalan masa lalu
Balkon yang menghadap ke laut.
Pendopo yang berada belakang bangunan utama kadaton
Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Belajar Sederhana dari Kesultanan Ternate
Jakarta - Awalnya saya tidak tau banyak tentang Kesultanan Ternate. Yang saya tau di Ternate dulunya adalah kerajaan yang Β pernah perang besar melawan penjajah saat dipimpin oleh Sultan Baabullah. Sudah itu saja. Setelah berkunjung kemari barulah saya tau akan banyak hal menarik tentang kekuasaan, demokrasi, dan kesederhanaan Kesultanan Ternate.

Megah tapi tidak mewah adalah kesan pertama saya saat melihat bangunan kadaton (keraton) ini. Tidak banyak ornamen-ornamen atau hiasan pada bangunan kadaton. Bahkan penjagaan yang ketat saat masuk komplek kadaton pun tidak ada. Buang jauh-jauh pikiran tentang proses yang rumit saat berkunjung ke kadaton Ternate.Β 

Kami masuk ke dalam kadaton melalui pintu samping. Salam kami disambut hangat oleh abdi dalem kadaton. Langsung menuju pendopo, tempat biasanya Sultan menerima tamunya.

Sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan membuat kami langsung merasa akrab. Kami berbincang-bincang mengenai sejarah kesultanan hingga lambang Kesultanan Ternate untuk beberapa saat sebelum masuk ke dalam kadaton.Β 

Di dalam kadaton banyak barang-barang peninggalan yang masih terawat. Ada juga foto-foto masa lalu yang berwarna hitam putih. Benda-benda koleksi ini berada dalam lemari kaca. Diantaranya perlengkapan perang seperti pedang, tameng dan baju besi, sebagian ada yang merupakan pemberian.

Ada beberapa ruangan yang memang tidak boleh kita masuki. Kamar Sultan, Ruangan mahkota, dan kamar tamu yang dimana Bung Karno pernah menginap disana. Saya bertanya pada abdi dalem, apa kalau Sultan ada di kadaton kita tetap boleh berkunjung? Oiya, tidak ada masalah katanya, bahkan Sultan sangat ramah kepada setiap tamunya.

Saya jadi semakin salut, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap pengunjung saat Sultan ada di kadaton ataupun tidak. Saya jadi ingin bertemu dengan Sultan Ternate, sekedar ngobrol kecil lah. Tapi pada saat itu Sultan ke 48 ini sedang berada di Jakarta. Beliau adalah anggota DPD perwakilan Maluku Utara. Sultan Mudaffar Sjah diangkat menjadi Sultan Ternate pada tahun 1975.

Lumayan lama kami berkunjung di kadaton Kesultanan Ternate. Banyak ilmu hidup yang saya peroleh dari Kesultanan yang berdiri sejak abad ke 15 ini. Salah satunya adalah kesederhanaan dan tetap rendah hati.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads