Megah tapi tidak mewah adalah kesan pertama saya saat melihat bangunan kadaton (keraton) ini. Tidak banyak ornamen-ornamen atau hiasan pada bangunan kadaton. Bahkan penjagaan yang ketat saat masuk komplek kadaton pun tidak ada. Buang jauh-jauh pikiran tentang proses yang rumit saat berkunjung ke kadaton Ternate.Β
Kami masuk ke dalam kadaton melalui pintu samping. Salam kami disambut hangat oleh abdi dalem kadaton. Langsung menuju pendopo, tempat biasanya Sultan menerima tamunya.
Sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan membuat kami langsung merasa akrab. Kami berbincang-bincang mengenai sejarah kesultanan hingga lambang Kesultanan Ternate untuk beberapa saat sebelum masuk ke dalam kadaton.Β
Di dalam kadaton banyak barang-barang peninggalan yang masih terawat. Ada juga foto-foto masa lalu yang berwarna hitam putih. Benda-benda koleksi ini berada dalam lemari kaca. Diantaranya perlengkapan perang seperti pedang, tameng dan baju besi, sebagian ada yang merupakan pemberian.
Ada beberapa ruangan yang memang tidak boleh kita masuki. Kamar Sultan, Ruangan mahkota, dan kamar tamu yang dimana Bung Karno pernah menginap disana. Saya bertanya pada abdi dalem, apa kalau Sultan ada di kadaton kita tetap boleh berkunjung? Oiya, tidak ada masalah katanya, bahkan Sultan sangat ramah kepada setiap tamunya.
Saya jadi semakin salut, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap pengunjung saat Sultan ada di kadaton ataupun tidak. Saya jadi ingin bertemu dengan Sultan Ternate, sekedar ngobrol kecil lah. Tapi pada saat itu Sultan ke 48 ini sedang berada di Jakarta. Beliau adalah anggota DPD perwakilan Maluku Utara. Sultan Mudaffar Sjah diangkat menjadi Sultan Ternate pada tahun 1975.
Lumayan lama kami berkunjung di kadaton Kesultanan Ternate. Banyak ilmu hidup yang saya peroleh dari Kesultanan yang berdiri sejak abad ke 15 ini. Salah satunya adalah kesederhanaan dan tetap rendah hati.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru