Air Terjun Moramo, Kecantikan Alam yang Terlupakan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terryna Padmi Tunjungsari|50863|SULTRA|35

Air Terjun Moramo, Kecantikan Alam yang Terlupakan

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Rabu, 02 Mar 2011 10:40 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Puncak Air Terjun Moramo
Salah satu air terjun di hilir
Salah satu jembatan penghubung
Air Terjun Moramo, Kecantikan Alam yang Terlupakan
Air Terjun Moramo, Kecantikan Alam yang Terlupakan
Air Terjun Moramo, Kecantikan Alam yang Terlupakan
Jakarta - Meskipun berada di bawah bayang-bayang popularitas TN Wakatobi, namun Kendari ternyata memiliki beberapa potensi wisata yang wajib didatangi. Sebagai penutup perjalanan kami keliling Sultra, kami mengunjungi Air Terjun Moramo.

Air terjun ini berlokasi sekitar 75km dari pusat kota Kendari. Dengan mobil sewaan, perjalanan ini memakan waktu sekitar 2 jam. Maklumlah, jalan poros di daerah ini masih banyak mengalami perbaikan, dan yang belum diperbaiki berada dalam kondisi cukup parah. Saat memasuki Desa Sumbersari, kami terheran-heran saat melihat banyak rumah peribadatan dari segala macam agama. Masjid bersebelahan dengan gereja dan berturut turut kami melihat pura dan vihara. Penasaran, dan juga sedikit tersesat, kami berhenti di salah satu warung untuk bertanya arah. Lebih kaget lagi, sewaktu sang ibu menjawab dengan logat jawa yang medok. Ternyata memang Desa Sumbersari ini adalah satu satu tempat tujuan transmigrasi.Β 

Awalnya terlihat betapa terbelakang perekonomian desa ini. Sampai kami melewati hamparan sawah kuning dengan padi yang siap dipanen. Dan juga banyak sapi terlihat di sepanjang jalan. Pantaslah kalau yang bertransmigrasi kesini banyak berasal dari Jawa dan Bali. Mengingat mereka sudah cukup maju dalam teknik irigasi dan pertanian. Yang menarik lagi, kami lihat banyak sanggah, tugu tempat sajen orang Hindu-Bali, didirikan di sudut-sudut sawah. Mungkin untuk tetap merasakan nuansa rumah di tempat tinggal baru mereka.

Dan akhirnya kami sampai juga di Moramo. Tempat parkir yang begitu luas terlihat lengang tanpa pengunjung. Warung-warung pun terlihat tutup dan terkunci. Padahal kami datang di hari Sabtu, 30 Oktober 2010. Biasanya warga lokal membanjiri tempat wisata seperti ini. Akhirnya memberanikan diri menyusuri jalur setapak yang bergerak masuk ke dalam hutan. Sore yang mendung, dan jembatan yang kadang rusak bukanlah kondisi ideal untuk menjelajah masuk hutan yang sedemian padat. Kami susuri terus aliran sungai sampai akhirnya terlihat juga Air Terjun Moramo. Mungkin ada sekitar 10 tingkat air terjun. Debit air yang besar dan ketinggian yang lumayan membuat air terjun ini terlihat cantik sekali. Puluhan shot kami ambil disini. Sayang kami tidak sempat berenang di salah satu cerukan airnya yang berwarna hijau jernih. Pasti segar rasanya setelah perjalanan darat dan trekking yang lumayan tadi.

Saat kami kembali ke pelataran parkir, ada seorang ibu berlogat jawa yang menyambut kami dan memberikan tiket retribusi. Terlalu murah rasanya bila melihat kami hanya harus membayar Rp 11,000 untuk 3 orang dan 1 mobil. Dan anehnya tidak banyak juga yang datang meskipun dengan harga semurah itu. Mudah-mudahan dengan perbaikan jalan, tempat ini bisa kembali jadi atraksi utama. Dan kalau memang dilihat dari fotonya, Air Terjun Moramo memang layak untuk kembali masuk dalam peta 'must visit'.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads