Lampung tidak akan lengkap tanpa kehadiran Pulau Sebesi. Pulau ini memiliki keindahan pulau tropis yang sering kita bayangkan sebelumnya. Gunung Sebesi yang menjulang tinggi di tengah-tengah pulau diselimuti hijau pepohonan di bagian lerengnya. Belum lagi barisan nyiur melambai di bagian pesisir pulau yang akan menyapa kita begitu kapal merapat di dermaganya.
Pulau Sebesi sudah cukup ramai dihuni oleh penduduk desa setempat. Kalau kita berjalan menyusuri jalanan paving block di desa tersebut, kita tidak akan merasa sedang berada di pulau kecil karena begitu ramainya aktivitas penduduk desa. Apalagi penduduknya begitu ramah menyapa kita saat bertemu di jalan. Sebut saja Pak Candra, pemilik kapal yang juga memiliki rumah di pulau ini. Beliau sempat menawarkan kami untuk singgah di rumahnya.
Kondisi masyarakat di pulau ini mengingatkan saya pada Pulau Pramuka di wilayah Kepulauan Seribu. Di sini kita bisa liat banyak motor yang mondar-mandir di jalanannya yang tidak begitu lebar, penduduk-penduduk desa yang menunggu sore di setiap halaman rumahnya, sampai dengan anak-anak kecil yang ramai bermain bola di lapangan dekat sekolah yang ada di sana. Sama halnya dengan di Pulau Pramuka, listrik di pulau ini hanya ada pada malam hari saja.
Aktivitas perekonomian di pulau ini ditopang dari sektor pertanian. Hal ini terlihat dari banyaknya hasil-hasil pertanian yang dapat kita jumpai di dermaga yang siap dikirim ke berbagai daerah. Komoditas utama pulau ini adalah pisang, cokelat, dan kopi.Β
Namun sektor pariwisata di sini pun tidak kalah ramai. Tidak jauh dari dermaga di sana, kita bisa menemukan kawasan Taman Wisata Pulau Sebesi. Di sini terdapat sebuah pendopo dan kamar-kamar penginapan yang tersedia bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Kawasan penginapan yang sudah berdiri sejak akhir tahun 80-an ini dikelola oleh pihak dinas pariwisata setempat.
Namun keindahan Pulau Sebesi ini ternyata tidak hanya menarik perhatian penduduk desa setempat ataupun wisatawan domestik saja. Telah banyak turis asing yang datang untuk menyaksikan keindahan pulau ini. Bahkan ada beberapa dari mereka yang juga mulai menanamkan investasi di pulau ini. Hal ini bisa kita tengok di sisi lain pulau di mana berdiri villa-villa milik orang Rusia dan Eropa lainnya.Β
Tidak heran apabila keindahan pulau ini telah mampu menolehkan mata wisatawan asing ke sini. Selain pulaunya yang indah, banyak aktivitas menarik yang bisa kita lakukan di Sebesi. Kita bisa menggunakan kapal sewaan yang ada di kawasan taman wisata untuk menemukan keindahan perairan Indonesia yang tersimpan di antara Sebuku, Sebesi, dan Krakatau. Jangan lewatkan spot-spot snorkeling terbaik di sana, antara lain di dekat perairan Sebuku dan perairan menuju Krakatau yang menyimpan karang meja yang benar-benar luas dengan kekayaan fauna bawah lautnya.
Selain menyimpan kekayaan alam bawah laut yang tiada duanya, di sini kita juga bisa menemukan pulau kecil yang sangat indah. Namanya Pulau Umang. Pulau yang tak berpenghuni ini hanyak berjarak selemparan batu dari Pulau Sebesi. Sekilas pulau ini mirip dengan Pulau Semak Daun di wilayah Kepulauan Seribu. Kita bisa mengitari pulau ini hanya dalam waktu 15 menit. Sudah suatu keharusan bagi siapapun yang datang untuk mengelilingi pulau yang menawan ini. Apabila kita bergerak ke sisi kanan pulau, kita akan menemukan pantai yang tersembunyi di balik karang besar. Pantainya landai, pasirnya putih, airnya biru kehijauan, sapuan ombak-ombak kecilnya benar-benar memanggil kita untuk bermain di sini. Saya benar-benar tak menyangka pulau ini menyimpan pesona pantai yang begitu indah. Siapapun pasti ingin menghabiskan waktu lebih lama di sini.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru