Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harley Bayu Sastha|13462|PAPUA 3|29

Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua

harleysastha - detikTravel
Rabu, 09 Mar 2011 10:52 WIB
loading...
harleysastha
Nuqe Papua saat di Polimak
Nuke Papua
Panorama dari bukit sekitar Kodam
Panorama Jayapura dari Polimak
Pelabuhan, Samudra Pasifik dan pulau kecil
Bersama Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Bersama ACI Kami Dapatkan Sahabat Baru, Nuqe Papua
Jakarta -

Setelah pagi hingga sore hari berkeliling Sentani, 22 Oktober 2010, saya, Erwin dan Bang Leo meneruskan perjalanan menuju Jayapura. Kami memang benar-benar ingin memanfaatkan waktu transit selama di Jayapura untuk mengenal sebagian dari kota ini. Kebetulan Tim Papua 2 ACI hari ini tiba juga di Jayapura dari Wamena. Jadilah kami dari Tim Papua 3 janjian untuk bertemu di Swiss Bell Hotel Jayapura, hotel tempat Tim Papua 2 menginap. Β Dan tentu saja Anshar, dari Tim Jatim yang kebetulan tinggal di Jayapura. Namun, jika dengan Anshar, semalam kami sudah sempat bertemu. Tetapi malam ini, kami semua akan berkumpul.

Pertemuan Mengejutkan Dengan Nuqe Papua

Dari Sentani menuju Jayapura hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat. Benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Sepanjang jalan dapat menikmati indahnya Danau Sentani, kemudian jalan menanjak dan berkelok-kelok melalui perbukitan. Semuanya menawarkan panorama tersendiri.Β 

Hari sudah malam sewaktu kami tiba di Swiss Bell Hotel. Ketika mencari Ayos dan Dede dari Tim Papua 2 serta Anshar, kami sempat salah kamar sebelum akhirnya bertemu mereka. Kemudian sama-sama kami keluar menuju pantai di depan Kantor Gubernur Papua yang disebuk Dok 2.Β 

Saat tiba disana tiba-tiba saja datang seorang wanita mengejutkan kami. 'maaf, mas Harley ya...saya Nuqe Papua...saya dapat undangan lewat facebook untuk dukung tim ACI di Papua,' katanya penuh semangat.Β 

'Saya sudah lihat kalian sejak di Swiss Bell Hotel tadi', lanjutnya lagi.

Kemudian Nuqe menyebut nama temannya yang saya kenal, Dewi Thrisna. Kemudian suasana pun cair. Apalagi sosok Nuqe ini rupanya orang yang supel dan seru. Wanita asal Papua yang sudah berputra dua ini kemudian setengah memaksa mengajak kami ke tempat tinggalnya di daerah Angkasa. Menurutnya disana merupakan tempat yang asyik untuk ngobrol-ngobrol menghabiskan malam.Β 

β€˜Ayo ikut gw aja ke Angkasa, disana ada tempat yang namanya Taman Curhat. Biasanya dulu sering jadi tempat orang-orang untuk curhat,’ ajak Nuqe.Β 

β€˜Kalian gak akan nyesel deh pokoknya,’ lanjutnya lagi.Β 

Tanpa pikir lagi kami pun langsung meluncur bersama-sama ke Angkasa. Ternyata Nuqe tahu cukup banyak tentang Papua. Sepanjang jalan menuju tempat tinggalnya, ia bercerita mengenai sejarah tempat-tempat yang kami lalui. Seperti tempat-tempat peninggalan sekutu dulu saat Perang Dunia II. Juga tempat tinggal beberapa pejabat Papua. Β 

Ditempat tinggalnya kami berkenalan dengan keluarganya dan kemudian kita saling berbagi pengalaman tentang dahsyatnya pesona Papua. β€˜Buat gw Papua gila banget...dahsyat...keren abis...,’ kata saya kepada Nuqe.Β 

β€˜Pastinya dong...makanya gw cinta banget sama Papua’, Β jawab Nuqe.

β€˜Besok gw anter lw ke tempat yang keren. Disana lw bisa lihat keindahan Kota Jayapura’, lanjutnya lagi.

Karena waktu sudah semakin larut, kami pun pamit untuk kembali ke penginapan. Saya dan Erwin kemudian janjian dengan Nuqe untuk menemani kami esok harinya.

Bersama Nuqe Melihat Jayapura Dari Polimak

Setelah makan siang, Jum’at, 23 Oktober 2010, Saya dan Erwin langsung menuju terminal angkutan kota di Jayapura. Kali ini kami berdua pergi hanya bersama Arman, driver taksi. Sedangkan Bang Leo mengurus tiket kepulangan kami ke Jakarta.Β 

Tepat pada waktu yang kita janjikan, kami bertemu dengan Nuqe di depan terminal angkot. Kemudian Nuqe menggantikan Arman untuk menyupiri kami. Tempat pertama yang jadi tujuan kami adalah daerah Kodam. Lagi-lagi Nuqe bercerita mengenai tempat-tempat yang kami lalui sepanjang jalan. Kami naik menuju bukit dimana daerah Kodam berada. Pada suatu tempat kami berhenti. Ternyata di sisi jalan terdapat sebuah tempat yang cukup menarik. Dari tempat tersebut kami dapat melihat panorama hijau dan Samudra Pasifik yang menarik.Β 

Kemudian Nuqe mengajak kami ke sebuah tempat yang paling menarik yaitu Polimak Pemancar. Menurutnya dari tempat tersebut kita dapat melihat lepas Jayapura serta Samudra Pasifik.Β 

Setelah melalui jalan menanjak dan berkelok-kelok, kami akhirnya tida di tempat tujuan. Di lokasi ini terlihat beberapa menara relai stasiun TV nasional. Disini kami melihat susunan rangka baja di persis berada di pinggir tebing. Pada rangka tersebut terdapat tulisan Jayapura City.Β 

Yang paling menarik perhatian kami adalah panorama sekitarnya. Persis apa yang dikatakan Nuqe. Dari sini terlihat jelas keindahan Kota Jayapura yang berada di bawah perbukitan dan berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Terlihat juga beberapa pulau kecil serta aktifitas kapal-kapal di sekitar pelabuhan. Panorama Jayapura yang indah. Sebagian besar sudut kota dapat telihat jelas dari sini. Nuqe menceritakan satu persatu tempat-tempat yang terlihat di bawah sana.Β 

Saat hendak mengambil berfoto bersama, dengan bersamangat Nuqe mengganti kaosnya dengan kaos Aku Cinta Indonesia yang kami berikan sebagai kenang-kenangan untuknya. Namun satu yang pasti bersama program Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom ini, telah kami dapatkan sahabat baru yang hangat, Nuqe Papua. Ssemoga virus semangat ACI akan terus menyebar ke seluruh pelosok negeri melalui tulisan-tulisan serta foto-foto hasil karya para Petualang ACI.Β 

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads